Postingan

FORTUNE Indonesia Summit 2022, Bukan Sekedar Ajang Bergengsi yang Menuai Inspirasi

Gambar
sumber gambar: IG Fortune Indonesia Sebagai guru SMK, aku sadar tentang pentingnya dunia usaha bagi lulusan SMK. Terutama di eradigital yang mulai membuka banyak peluang baru bagi generasi millennials. Otomatis, perlu kerja keras bagi semua pihak untuk menyiapkan lulusan baru untuk dapat beradaptasi di pasar kerja. Untuk itu, informasi yang tepat dan cepat terkait perubahan yang terjadi di dunia usaha sangat dibutuhkan oleh guru-guru SMK. Kenapa? Karena seorang guru dapat membimbing peserta didiknya guna percepatan perkembangan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi perubahan zaman yang serba cepat ini. Untungnya, kita sekarang dapat dengan mudah mengakses informasi lewat  platform terpercaya yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah Majalah FORTUNEIndonesia. Kerennya lagi, Majalah FORTUNE Indonesia ini akan mengadakan FORTUNEIndonesia Summit  untuk pertama kalinya. Acaranya akan diadakan pada tanggal 18 Mei – 19 Mei 2022 di The Westing, Jakarta.   FORTUNE Indo

Hidangan Lebaran: Pemanis Moment Kebersamaan dengan Keluarga

Gambar
Lebaran adalah moment yang paling ditunggu sepanjang tahun. Moment kebersamaan keluarga yang nggak akan terlupakan bagi semua anggota keluarga. Terutama anak-anak. Aku masih ingat saat masih kecil dulu, berdebar-debar menunggu malam takbiran. Menunggu waktu pagi datang agar aku bisa menikmati ketupat dan opor ayam khas lebaran. Ditambah amplop THR dari keluarga besar yang bikin hati bahagia. Selain kebahagiaan makan ketupat dan dapat THR, aku pun bahagia bisa bertemu dengan keluarga besar. Biasanya, kami dapat bertemu hanya di saat-saat istimewa seperti lebaran. Nah, moment kebersamaan ini pun dimanfaatkan dengan berkumpul dan makan bersama.  Hidangan istimewa lebaran Hidangan khas Lebaran Tak lengkap rasanya lebaran tanpa hidangan istimewa, seperti: opor ayam, ketupat lebaran, lapis legit, dodol agar, nastar, dan lain-lain. Dijamin hidangan di meja nggak pernah kosong.  Opor ayam Tahun ini, kami menghidangkan opor ayam kalkun. Rasa dagingnya empuk dan gurih. Bumbunya sih sama aja deng

Yuk, Tinggalkan Zona Aman dengan Mengubah Diri

Gambar
“Jadi moderator hari ini, ya,” kata bu Imel siang itu pada seorang guru. Namun, guru itu menggelengkan kepalanya dengan alasan nggak bisa. Lalu, bu Imel menengok ke arahku yang kusambut dengan anggukan.   Hal yang nggak mungkin kulakukan sebelum aku mengikuti acara webinar bertema Personality Development Melalui Komunikasi yang digagas oleh Komunitas ISB dengan narasumber Erwin Parengkuan. Baca juga: Review Buku The Picture of Dorian Gray Insights yang disampaikan oleh mas Erwin terasa jelas dan mengena. Hingga, aku pun ingin tinggalkan pojok amanku di pinggir ruangan. Tinggalkan zona aman dengan mengubah diri. Wah, kata-kata yang mudah diucapkan. Tapi, butuh proses yang panjang untuk merealisasikannya. Nggak hanya komitmen, aku pun butuh untuk tidak menunda proses tersebut. Mulai dari hal yang paling sederhana dan tidak sederhana. Berani. Kenali Kendala yang sering kamu hadapi Aku sering bilang pada temanku bahwa aku seorang yang pemalu. Tapi, mereka hanya memandangku sambil

Journaling Bukan Sekedar Diary

Gambar
  "Rasanya aku stuck. Kehabisan ide." Keluhan yang lazim kita dengar di mana pun. Masalah klise yang bisa kita atasi dengan menulis journal. Catatan yang dikenal dengan sebutan diary. Namun, tahukah kamu bahwa journaling, bukan sekedar diary? Paling nggak begitulah pemahamanku.  Tapi, apa sih journaling itu? Kenapa kita perlu repot-repot menulis journal? Bukankah lebih baik ngomong langsung?  Pengertian Journaling  Journaling merupakan aktivitas menuangkan perasaan dan pemikiran dalam bentuk tulisan, gambar, atau puisi.  Lalu, apa bedanya dengan diary? Berbeda dengan journaling yang lebih bersifat pribadi, diary biasanya berisi tulisan detail mengenai peristiwa-peristiwa yang dialami  oleh penulis.  Kenapa Journaling? Sebagai manusia biasa, emosi pasti sering naik-turun. Ya kan? Eh, itu sih aku banget. Hingga, aku memerlukan journal untuk menuliskan semua uneg-unegku. Kalau kubaca ulang, rasanya ingin tertawa dan menangis. Tulisannya berantakan. hehe Untungnya, sebagai konsum

Hikmah Dibalik Iklan Jadul yang Mengharukan

Gambar
Meskipun suka nonton film, aku nggak suka nonton iklan-iklan yang muncul saat film berlangsung. Hingga, aku sering skip iklan-iklan tersebut dengan beralih ke channel lain.  Alasannya sih simple. Aku bosan dibombardir dengan iklan-iklan zaman now yang begitu mencerminkan budaya konsumtif. Kehilangan sisi humanis yang sempat mengisi iklan-iklan jadul yang menyentuh.  Jujur, aku jadi kangen dengan iklan-iklan jadul. Iklan yang nggak sekedar menawarkan produk, tapi juga memberikan hikmah dibalik iklan-iklannya. Terutama beberapa iklan yang bisa bikin aku meneteskan air mata. Nah, dari beberapa Iklan tersebut, ada tiga iklan jadul yang cukup mengharukan  bagiku. Terlebih   Iklan-iklan ini berhubungan dengan bulan Ramadan. Bikin rindu! Eh, hari ini sudah masuk bulan puasa. hehe Penasaran dengan iklan-iklan jadul ini? Yuk, kita ulas bersama! Sumber gambar: YouTube Iklan dengan Tema Guru Bicara tentang guru yang penuh dedikasi, pasti bikin hati hangat ya? Sebagai seorang guru, aku pun seorang

Dari Novel Keep the Aspidistra Flying hingga Risalah Ramadan

Gambar
  Alhamdulillah, bulan Ramadan sebentar lagi tiba. Bulan yang ditunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Apalagi janji imbalan pahala yang berlipat ganda atas amal perbuatan baik kita di bulan suci ini. Kebetulan sih saat ini aku sedang membaca novel Keep the Aspidistra Flying yang ditulis oleh seorang penulis asal Inggris kelahiran India.  Baca juga: Review Buku The Picture of Dorian Gray Penulis yang melihat langsung bagaimana kesulitan ekonomi menjadikan karya-karyanya merefleksikan keresahannya tentang keadaan sosial di masyarakat. Isu yang kupikir cukup relevan di zaman ini. Hingga, buku Risalah Ramadan, Iqtishad dan Syukur dapat menjadi alternatif jawaban keresahannya. Sinopsis Keep the Aspidistra Flying Sebagai seseorang yang lahir dari keluarga kelas menengah bawah, Gordon Comstock terbiasa dibully. Terbiasa memakai pakaian lusuh, hingga orang-orang pun berusaha menghindar saat berpapasan dengannya. Bagaimana tidak? Kadang, berhari-hari ia harus rela untuk tidak mandi karena ha