Postingan

Jalan Busur Panah: The Archer Paulo Coelho

Gambar
Kemarin, aku mendengarkan Oase Ramadhan tentang amalan penghapus dosa. Bagaimana kita melakukan amalan baik secara konsisten. Istiqomah. Kualitas diri yang terhubung dengan sifat sabar. Kualitas yang dimiliki oleh seorang pemanah. The Archer. Sifat pemanah yang bikin aku tertarik dengan Jalan Busur Panah The Archer karya Paulo Coelho. Penulis asal Brazil yang terkenal lewat bukunya The Alchemist. Kenapa aku membaca Jalan Busur Panah The Archer? Ah, aku tahu kalau kamu pasti membayangkan seorang pemanah dengan busur dan anak panah. Senjata kuno yang butuh lebih dari sekedar keahlian untuk menguasainya. Seperti ucapan Tetsuya pada pemanah asing yang menantang skill memanahnya. Pemanah asing itu begitu kompeten. Tapi, ia gagal mengalahkan Tetsuya. Ia belum bisa mengontrol pikirannya. Kenapa? Saat tenang, ia mampu mencapai target. Namun, saat ia harus berdiri di atas jembatan yang bergoyang, anak panahnya gagal mencapai target. Padahal, kata Tetsuya, dalam hidup kita sering nggak bisa memi

Euforia Mudik Cinta di Tengah Pandemi

Gambar
  Gambar diambil diambil pada tahun 2018 Pandemi belum berakhir. Akibatnya, banyak perantau yang nggak bisa mudik. Namun, sebagian perantau masih nekat mudik dengan alasan mereka nggak mudik tahun lalu. Padahal, pemerintah telah mengeluarkan peraturan pelarangan mudik dari tanggal 6 – 17 Mei 2021.   Mudik yang dianggap sebagai salah satu cara menyambung silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman adalah tradisi yang sudah lama dilakukan masyarakat Indonesia. Tradisi yang bahkan telah dimulai sejak zaman kerajaan Majapahit dan Mataram Islam. Baca Juga: Kenapa Kita harus cinta bangga dan Paham Rupiah   Euforia mudik, cinta di   tengah pandemi seolah mengatakan pada kita bahwa dengan mudik kita membuktikan rasa sayang pada keluarga. Terlihat bagaimana pemudik berjuang sekuat tenaga untuk mudik, dari menumpang truk sayur hingga pura-pura membawa gallon air minum. Aksi kreatif mudik untuk bertemu keluarga di kampung halaman.   Apa sih mudik itu? Sambil menulis, aku masih me

Kenapa Kita Harus Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah?

Gambar
Lebaran sebentar lagi datang. Perayaan yang kita nantikan sepanjang tahun. Apalagi kalau kita  mendapatkan Rupiah sebagai THR. Bahagia rasanya, hingga hati terasa lapang. Namun, kebahagiaan itu pasti akan berkurang rasanya kalau kita memperoleh Rupiah palsu. Temanku pernah dapat Rupiah palsu saat belanja di pasar. Rasanya  nyesek di dada. Seperti saat mencintai pacar, kita nggak akan keliru dengan pacar palsu. Begitu pun alasan kenapa kita harus cinta, bangga, dan paham Rupiah. Aku yakin, kejadian yang dialami temanku nggak akan terjadi karena ia bisa mengenali Rupiah dengan tepat. Sumber gambar: webinar Bank Indonesia Jambi bersama ISB Kenapa Harus Cinta Rupiah? Tak kenal, maka tak sayang Rupiah. Tak sayang, maka tak cinta Rupiah. Saat sudah cinta Rupiah, maka kita akan merawat dan menjaganya dengan tepat. Setuju, kan?! Lalu, kenapa kita harus cinta Rupiah?  Pertanyaan yang bisa kita  tanyakan pada diri, seperti kenapa kita harus mencintai negeri ini? Dan, jawabannya sederha

Semoga Allah Mengabulkan Harapan Terbesarku

Gambar
  Apa sih passionmu? Kok, hidupmu sepertinya begini-begini aja. Nggak ada kemajuan. Lihat tuh, si anu sudah sukses. Bla bla bla.. Pernah dengar omongan seperti itu? Lalu, apa yang bisa kamu lakukan selain berdoa. Semoga Allah mengabulkan Harapan terbesarku. Semoga Allah mengangkat derajat diriku dan keluargaku. Nah, pahitnya ucapan tetangga atau orang-orang yang katanya teman, tapi julid dengan urusan kita pasti bikin gemes, ya? But, that’s life. Aku nggak bisa mengatur pikiran dan lidah orang lain. Aku hanya bisa mengatur hati, menyusun rencana, dan mengeksekusi rencana tersebut. Masalah hasilnya, itu ada di tangan Allah. Aku hanya manusia yang tugasnya berusaha semaksimal mungkin. Eh, itu menurutku lho. Pendapatmu pun boleh kamu utarakan dan tulis di komentar atau ungkapkan. Sungguh! Allah kan ciptakan kita berbeda, agar kita bisa saling menghargai dan melengkapi. Iya, kan? Okey, aku akan ceritakan padamu tentang harapan terbesarku, sambil terus berdoa. Semoga Allah mengijaba

Lebaran Asyik Tanpa THR

Gambar
Pernah merasakan lebaran tanpa THR? Atau kalau pun ada, besarannya nggak cukup buat beli baju lebaran. Tapi, lebaran asyik tanpa THR masih bisa berjalan. Gimana caranya? Sederhana, kok. Aku sih, nggak pernah menginginkan banyak produk. Hanya beli yang aku butuhkan. Bukan yang aku Ingnkan.   Tipsnya apa? Pingin beli barang seperti yang dimiliki teman atau orang lain yang kita lihat di TV? Sayang,   uang di dompet hanya cukup untuk keperluan makan sederhana sebulan. Nah, kalau ikutan shopping seperti teman, jatah makan sebulan bisa ikut terpakai. Jadi gimana   caranya? Uninstal aplikasi belanja Bukannya pelit dan nggak mau memanjakan diri, tapi aku perlu mengukur kemampuan. Sadar diri. Maka, nggak heran kalau temanku nggak banyak. Sebagian orang kan bersosialisasi dengan shopping bareng. Ya kan? Selain shopping di mal atau pasar tempel yang juga harus mengeluarkan uang. Teman-temanku juga suka shopping online. Kebiasaan yang nggak kumiliki sejak dulu. Aku sih nggak pernah m

My Childhood Comics

Gambar
  Ngomong tentang comic bikin aku teringat comic-comic lamaku yang nggak tahu raib kemana. Agak sedih rasanya pas nyari nggak dapat, karena dulu aku selalu baca comic bareng adikku yang sekarang sudah tiada. Aku ingat kami sering rebutan untuk baca comic yang sama. Kami juga sering baca comic di balik pintu, agar ibu nggak tahu. Salah satu my childhood comic yang cukup berkesan bagiku adalah Throbbing Tonight. Tapi, aku sudah lupa cerita detailnya. Comicnya pun entah di mana. Sepertinya sih disimpan ibu entah di mana.  Tapi, masih ada beberapa comic yang sukses kutemukan. Trio Detektif Ayam Goreng Beracun by Megan Stone dan Let's Volleyball by Rie Kosaka. Alasan suka baca comic Gambarnya yang imut adalah alasan aku suka comic. Terutama mangaa yang bisa kubaca berjam-jam. Aku pernah baca lebih dari 30 comic semalaman. Nggak tidur. Sekarang sih, yang mengingatkan aku dengan comic mangaa adalah novel grafik karya Persepolis. Selera humornya dapat banget! Tema my childhood comic favori

Bagaimana Mengatasi Kegagalan Resolusi Tahun Baru?

Gambar
Pernah merasa jelous lihat teman lebih sukses atau lebih laris jualannya? Aku pernah. Kesel dan kecewa rasanya dengan hasil usahaku yang belum berhasil. Padahal aku sudah berusaha dan menjadikan sukses jualan sebagai Resolusi Tahun Baru.  Baca Juga:  The Secret to a Long and Happy Life Lalu, aku berpikir, apa yang salah? Bagaimana mengatasi kegagalan resolusi tahun baru yang sudah kurencanakan supaya nggak bikin eneg? Apakah aku perlu alternative resolution? Nah, sebelum mencari alternative resolution, sepertinya aku perlu cari tahu cara mengatasi kegagalan resolusi tahun baru supaya aku nggak galau. Ya, kan? Kenali dan Menerima Kegagalan Kupikir, proses awal memperbaiki kegagalan adalah dengan mengenal dan menerima kegagalanku. Aku membandingkan usahaku berjualan dengan eman yang lebih sukses. Konsistensi temenku itu melebihi usahaku. Anggap kegagalan resolusi tahun baru sebagai proses pembelajaran Nggak baper. Ini adalah term lain mengatasi rasa gagal. Duh, kalau baperan