Postingan

Review Buku Wonder Karya R J Palacio

Gambar
  Judul Buku.    : Wonder Penulis.           : R. J. Palacio Tebal Buku     : 310 halaman Genre.             : Fiksi Penerbit.        : Alfred A Knopf Terbit Tahun : 2012 Dunia anak-anak itu penuh dengan kemungkinan. Tak terbatas. Begitupun bagi Auggie. August Pullman yang mengalami apa yang disebut para dokter "one of the wonders."  Kisah ini ditulis oleh R J Palacio setelah putranya bertemu seorang gadis kecil yang wajahnya mengalami deformed.  Ia merasa  terketuk, karena usahanya untuk memperbaiki sikap anaknya yang justru memperburuk keadaan. Peristiwa itu pun menggugahnya untuk menulis buku Wonder ini. Ia ingin orang-orang mengerti tentang mandibulofacial dysostosis . Kelainan yang menjadikan wajah terlihat berbeda. Ia ingin orang menyadari tentang pentingnya be kinder than necessary. Nah,  buku yang diterbitkan tahun 2012 dan berlatar keluarga ini bisa bikin kamu terharu dan tertawa lho. Apalagi, di tengah keadaannya, Auggie tetap kocak dan smart ! Yuk, baca sinopsisny

Review Buku Persepolis 2 Karya Marjane Satrapi

Gambar
  Masih ingat dengan kisah Marjane kecil yang harus meninggalkan negerinya karena perang? Kepergiannya ke Eropa ini membawa duka bagi kedua orang tua Marjane. Apalagi, ia adalah anak mereka satu-satunya. Eh, bagi kamu yang belum baca Persepolis 1 ini mungkin bingung, ya? So, sebelum aku lanjutkan review buku Persepolis 2 ini, aku akan bahas sekilas Persepolis 1, ya. Kisah dimulai saat Marji kecil tergoda dengan segala hal yang ada di sekitarnya. Termasuk perang dan keadaan sosial yang mengganggu daya pikirnya yang kritis. Sebagai anak yang lahir dalam keluarga menengah Iran yang menjunjung kebebasan berpikir dan berpendapat, Marji bisa mempertanyakan segala yang terjadi pada ayah dan ibunya. Pertanyaan+pertanyaan yang kadang bikin orang tua Marji speechless. Hingga akhirnya, keadaan perang yang berkobar di Iran dan Irak mengakibatkan orang tua Marji khawatir. Mereka pun mengirim Marji kecil ke Autria. Demi keselamatan Marji. Nah, kisah Persepolis 2 ini dimulai di Austria. Cerita seora

Review Buku The Illustrated Man

Gambar
  Judul Buku. : The Illustrated Man Penulis.        : Ray Bradbury Penerbit.      : Bantam Books Tebal Buku. : 196 halaman Genre.           : Sci-fic Setelah membaca Edensor karya Andrea Hirata , kali ini aku menjelajahi angkasa. Melintasi Bumi, Mars, Venus, dan Yupiter. Bahkan menjelajah waktu.  Sebuah buku sci-fic karya Ray Bradbury yang spectacular . Bikin aku membayangkan tempat-tempat jauh yang nggak mungkin terjangkau oleh keterbatasan fisikku. Bagi kamu yang suka dengan hal-hal nggak terduga dan melebihi dirimu, mungkin buku ini bisa memuaskan sedikit dahagamu. Dan, kalau pun masih belum terpuaskan, kamu akan dapati dirimu ada di tempat yang hijau dan tandus sekaligus. Sehingga, kamu akan terus berjalan. Bergerak dan gelisah. Mencari dirimu di tempat jauh. Tempat-tempat yang sesungguhnya sudah ada di dalam keluasan samudra hatimu. Namun, ketidaktahuanmu itulah yang menjadikan kamu layaknya manusia biasa. Nggak peduli nasib apa yang menantimu. Meski hari ini, esok, nanti akan le

Review Buku Homage to Catalonia: Antara Perang dan Cinta

Gambar
Judul Buku. : Homage to Catalonia Penulis.        :  George Orwell Tebal Buku. :   368   Halaman Penerbit.     :  Secker and Warburg Genre.         :  Biografy Berbeda dengan karya Khaled Hosseini's  Kite Runner, karya Orwell yang berjudul Homage to Catalonia ini mengambil latar perang dari sudut pandang seorang jurnalis. Mungkin hal itulah yang menjadikan Homage to Catalonia ini terasa tajam. Penulis yang menjadi tokoh aku seolah jadi pengamat yang terlibat langsung dalam setiap kejadian yang terjadi di sekitar. Ia bisa melukiskan setiap desah napas, lekuk garis wajah, hingga sudut terkecil dari sebuah ruangan atau tempat yang ia lihat.  Orwell nggak melewatkan semua itu.  Meski Orwell menggunakan sudut pandang orang pertama, aku merasa ia seperti seseorang yang terpisah. Seorang penonton yang jeli. Peneliti yang konsisten. Merekam setiap detail emosi manusia lewat panca indranya dan menuangkannya dalam kata-kata. Orwell melukiskan dengan jelas bentang antara cinta dan perang dal

Yuk, Bersama Menuju Indonesia Sehat dan Bebas Kusta

Gambar
Pernah dengar tentang penyakit kusta? Jujur, aku pun termasuk orang yang awam dengan penyakitt kuno ini.   Termasuk bagaimana pengobatan bagi penyintas kusta dan pelayanan bagi   penderita kusta agar mereka dapat hidup dengan baik di masyarakat. Untuk itulah,  aku merasa mendapatkan insight baru tentang penyakit kusta setelah mengikuti acara yang diadakan oleh Kabar KBR dan NLR Indonesia tanggal 24 November 2021 di channel Youtube KBR. Acara yang diadakan oleh KBR ini dipandu oleh bapak Rizal Wijaya dengan nara sumber bapak Eman Suherman, SSos yang merupakan Ketua TJSL PT DAHANA (Persero) dan ibu dr. Febrina Sugianto, Junior Technical Advisor NLR Indonesia. Acara yang mengusung tema   Bahu Membahu untuk Indonesia Sehat dan Bebas Kusta ini diharapkan mampu membangkitkan awareness masyarakat tentang penyakit kusta.   Apa sih Penyakit Kusta itu? Sebelum memikirkan stigma negatif tentang penyakit ini, Ada baiknya kita mengenal tentang penyakit yang seolah terlupakan ini. Penya

Karunia Sambas: Sang Pemimpi yang Menginspirasi

Gambar
Di Tanjung Balai sana, ternyata, ada Sang Pemimpi lain lho, gaes! Namanya Karunia Sambas . Seorang bidan muda yang mendedikasikan dirinya di dunia literasi. Wanita muda yang  memiliki segudang prestasi yang bisa menginspirasi. Prestasi yang membuatku berpikir bahwa nggak ada yang bisa membatasi mimpi seseorang kecuali dirinya sendiri. Pelajaran berharga yang dapat kupetik dari seorang dara berhijab dari Kota Kerang, Tanjung Balai ini. Karunia Sylviany Sambas. Karunia Sambas, Sang Pemimpi dari Kota Kerang Hampir sama dengan kisah Ikal yang nggak pernah lelah mengejar mimpinya, kupikir, pantaslah mbak Karunia Sambas menyebut dirinya sebagai Sang Pemimpi.  Menurutku, nggak semua orang berani bermimpi dan berjuang meraihnya. Sesulit apa pun. Terutama di bidang literasi. Bidang yang lekat dengan dunia menulis. sumber gambar: www.karuniasambas.com Mbak Karunia menyadari bahwa kesehariannya sebagai tenaga kesehatan mengharuskannya untuk selalu menjaga kesehatan mentalnya. Karena beliau sadar,

Mengenal Bullying dan Pencegahan Bullying di Lingkungan Sekolah

Gambar
Amin, siswaku menceritakan tentang tiga bentuk bullying yang pernah ia alami. Bullying verbal, bullying fisik, dan bullying relasional. Pengakuan yang mengejutkan, karena usianya baru 15 tahun. "Saya pernah dipukul, ditendang, dihina, dan dikucilkan. Hanya karena saya terlihat berbeda," kata Amin. Mendengar cerita Amin, aku hanya bisa ikut mengurut dada. Apalagi, peristiwa bullying yang dialami Amin terjadi saat ia masih SD. Sekitar kelas 3 SD. Lalu, aku berpikir, di mana guru-guru Amin?  Bukankah kejadian ini terjadi di lingkungan sekolah? Dan, saat bullying telah diketahui, apa tindakan sekolah dan orang tua untuk mencegah insiden ini terulang? Okey, sebelum membahas masalah ini, yuk kita kenali bullying dulu? Apa sih Bullying itu? Siang itu, aku datang terlambat ke acara pengukuhan Agen Perubahan SMK BLK Bandar Lampung.  Aku lupa karena asyik ngobrol dengan siswa terkait kasus bullying yang terjadi kerap terjadi di sekolah.  Sekali lagi, hatiku sedih mendengar lebih dari