Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

Yuk, Tinggalkan Zona Aman dengan Mengubah Diri

Gambar
“Jadi moderator hari ini, ya,” kata bu Imel siang itu pada seorang guru. Namun, guru itu menggelengkan kepalanya dengan alasan nggak bisa. Lalu, bu Imel menengok ke arahku yang kusambut dengan anggukan.   Hal yang nggak mungkin kulakukan sebelum aku mengikuti acara webinar bertema Personality Development Melalui Komunikasi yang digagas oleh Komunitas ISB dengan narasumber Erwin Parengkuan. Baca juga: Review Buku The Picture of Dorian Gray Insights yang disampaikan oleh mas Erwin terasa jelas dan mengena. Hingga, aku pun ingin tinggalkan pojok amanku di pinggir ruangan. Tinggalkan zona aman dengan mengubah diri. Wah, kata-kata yang mudah diucapkan. Tapi, butuh proses yang panjang untuk merealisasikannya. Nggak hanya komitmen, aku pun butuh untuk tidak menunda proses tersebut. Mulai dari hal yang paling sederhana dan tidak sederhana. Berani. Kenali Kendala yang sering kamu hadapi Aku sering bilang pada temanku bahwa aku seorang yang pemalu. Tapi, mereka hanya memandangku sambil

Journaling Bukan Sekedar Diary

Gambar
  "Rasanya aku stuck. Kehabisan ide." Keluhan yang lazim kita dengar di mana pun. Masalah klise yang bisa kita atasi dengan menulis journal. Catatan yang dikenal dengan sebutan diary. Namun, tahukah kamu bahwa journaling, bukan sekedar diary? Paling nggak begitulah pemahamanku.  Tapi, apa sih journaling itu? Kenapa kita perlu repot-repot menulis journal? Bukankah lebih baik ngomong langsung?  Pengertian Journaling  Journaling merupakan aktivitas menuangkan perasaan dan pemikiran dalam bentuk tulisan, gambar, atau puisi.  Lalu, apa bedanya dengan diary? Berbeda dengan journaling yang lebih bersifat pribadi, diary biasanya berisi tulisan detail mengenai peristiwa-peristiwa yang dialami  oleh penulis.  Kenapa Journaling? Sebagai manusia biasa, emosi pasti sering naik-turun. Ya kan? Eh, itu sih aku banget. Hingga, aku memerlukan journal untuk menuliskan semua uneg-unegku. Kalau kubaca ulang, rasanya ingin tertawa dan menangis. Tulisannya berantakan. hehe Untungnya, sebagai konsum

Hikmah Dibalik Iklan Jadul yang Mengharukan

Gambar
Meskipun suka nonton film, aku nggak suka nonton iklan-iklan yang muncul saat film berlangsung. Hingga, aku sering skip iklan-iklan tersebut dengan beralih ke channel lain.  Alasannya sih simple. Aku bosan dibombardir dengan iklan-iklan zaman now yang begitu mencerminkan budaya konsumtif. Kehilangan sisi humanis yang sempat mengisi iklan-iklan jadul yang menyentuh.  Jujur, aku jadi kangen dengan iklan-iklan jadul. Iklan yang nggak sekedar menawarkan produk, tapi juga memberikan hikmah dibalik iklan-iklannya. Terutama beberapa iklan yang bisa bikin aku meneteskan air mata. Nah, dari beberapa Iklan tersebut, ada tiga iklan jadul yang cukup mengharukan  bagiku. Terlebih   Iklan-iklan ini berhubungan dengan bulan Ramadan. Bikin rindu! Eh, hari ini sudah masuk bulan puasa. hehe Penasaran dengan iklan-iklan jadul ini? Yuk, kita ulas bersama! Sumber gambar: YouTube Iklan dengan Tema Guru Bicara tentang guru yang penuh dedikasi, pasti bikin hati hangat ya? Sebagai seorang guru, aku pun seorang