Postingan

Menampilkan postingan dengan label article

Yuk, Bersama Menuju Indonesia Sehat dan Bebas Kusta

Gambar
Pernah dengar tentang penyakit kusta? Jujur, aku pun termasuk orang yang awam dengan penyakitt kuno ini.   Termasuk bagaimana pengobatan bagi penyintas kusta dan pelayanan bagi   penderita kusta agar mereka dapat hidup dengan baik di masyarakat. Untuk itulah,  aku merasa mendapatkan insight baru tentang penyakit kusta setelah mengikuti acara yang diadakan oleh Kabar KBR dan NLR Indonesia tanggal 24 November 2021 di channel Youtube KBR. Acara yang diadakan oleh KBR ini dipandu oleh bapak Rizal Wijaya dengan nara sumber bapak Eman Suherman, SSos yang merupakan Ketua TJSL PT DAHANA (Persero) dan ibu dr. Febrina Sugianto, Junior Technical Advisor NLR Indonesia. Acara yang mengusung tema   Bahu Membahu untuk Indonesia Sehat dan Bebas Kusta ini diharapkan mampu membangkitkan awareness masyarakat tentang penyakit kusta.   Apa sih Penyakit Kusta itu? Sebelum memikirkan stigma negatif tentang penyakit ini, Ada baiknya kita mengenal tentang penyakit yang seolah terlupakan ini. Penya

Workshop Telusur Tamatan SMK BLK Bandar Lampung

Gambar
Pak Edi, ketua BKK Provinsi Lampung sedang mempresentasikan tentang Trace Study SMK  "Sekarang ini makin banyak pengangguran, ya?" Seorang ibu berbisik pada seorang teman di sampingnya. Ibu-ibu yang lain mengiyakan. Mereka pun bergosip tentang pilihan sekolah anak-anak mereka yang akan lulus SMP tahun depan. "Anak tetanggaku lulusan SMK punya bengkel motor lho. Langganannya banyak. Ia juga melayani servis panggilan lewat wa. Dan, makin banyak yang kerja sama SI doi. Keren!" Seorang ibu dengan baju batik bercerita sambil menunjukkan foto anak tetangganya dan bengkel motor yang terlihat ramai. Baca juga : Yuk Bersama Stop Bullying Lulusan SMK di Dunia Usaha dan Dunia Kerja Menurut penuturan Pak Edi dalam workshop Telusur Tamatan oleh Bursa Kerja di SMK BLK Bandar Lampung, tuntutan DuDika terhadap lulusan SMK makin kompleks.   Apalagi, perkembangan ekonomi dunia yang makin nggak menentu hingga menciptakan pengangguran baru. Hal yang menjadi tantangan bagi SMK agar dapa

Yuk, Pilih Berbuat Baik Meskipun Sulit

Gambar
Berbuat baik itu sulit. Tidak semudah mengucapkannya. Sehingga, ajakan Yuk, Pilih Berbuat baik meskipun sulit adalah penting. Kenapa? Karena, kita secara alami ingin diperlakukan dengan baik di mana pun kita berada. Nggak peduli siapa pun diri kita, kupikir nggak ada yang ingin diperlakukan dengan buruk. Bahkan, orang yang mengaku pendosa nggak pernah berdoa untuk diperlakukan dengan jahat oleh orang lain. Ya, kan? Hingga, mereka berharap untuk tobat semasa hidupnya. Alasan Seseorang untuk Memilih Berbuat Baik Sekarang, kita selalu mencari alasan atas segala tindakan yang dilakukan. Berpikir secara rasional  bahwa kebodohan saja yang jadi dasar berbuat baik. Karena, itu nggak menguntungkan secara ekonomi. Memilih berbuat baik, hanya membuang energi, waktu, dan pikiran. Bukankah menolong orang lain nggak ada gunanya? Bukankah lebih baik menggunakan fasilitas tersebut untuk diri sendiri?  Namun, kita perlu melihat fakta tertentu tentang berbuat baik dan urgensinya di tengah disrupsi mas

Untungnya Menjadi Blogger: Semangat Belajar yang Tak Pupus

Gambar
  Nggak semua orang memilki kesempatan untuk belajar. Aku bersyukur menjadi salah satunya. Aku beruntung dapat belajar bersama orang-orang yang hebat. Orang-orang yang memiliki kemampuan luar biasa untuk terus berusaha belajar di mana saja dan kapan saja. Merekam segalanya dalam bentuk tulisan di blog. Meski baru mengenal dunia ngeblog, aku sudah  merasakan untungnya menjadi blogger. Selain mengenal blogger-blogger keren yang selalu menjadi pematik semangat belajar  yang  tak pupus Aku pun menemukan diriku lebih percaya diri. Berani mengungkapkan perasaanku, meski melalui tulisan. Kesadaran pentingnya mengabadikan tulisan Sebagai seorang introvert, aku memiliki kesulitan dalam mengekspresikan perasaan dan pemikiranku. Rasanya semuanya tenggelam di tenggorokan. Tersimpan rapi di dalam pikiran saja. Nggak tersalurkan.. Meskipun kadang menuliskannya, aku lebih cenderung memendam tulisan itu di kertas. Lalu, menyimpan kertas itu dalam tumpukan buku yang berdebu di rak yang nggak te

Repotnya Mendaftarkan si Kecil Sekolah saat Pandemi

Gambar
  Moment membahagiakan dan mendebarkan bagi orang tua adalah saat menyekolahkan si kecil pertama kali. Apalagi jika si buah hati adalah anak pertama. Duh, kebayang deh riwehnya. Nah, itu yang dialami oleh temanku yang kini tinggal di Riau. Wiwit Widiastuti, seorang blogger yang menetap di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Seperti orang tua muda lain, mbak Wiwit yang aslinya berasal dari Jawa Tengah ini pun ikut merasakan repotnya mendaftarkan si kecil sekolah saat pandemi. Pilihan sekolah konvensional yang sedikit memberi kontribusi bagi proses pembelajaran anak usia dini menjadikan mbak Wiwit harus berpikir keras untuk memilih sekolah yang tepat buat Khanza. Proses Pencarian Sekolah Memilih sekolah yang tepat buat anak adalah pekerjaan yang nggak mudah. Karena mbak Wiwit dan suami sangat menyadari pentingnya pendidikan anak usia dini, mereka diskusi untuk menyekolahkan Khanza di TK A. Saat itu usia Khanza 5 tahun. Sayang, pandemi datang. Mereka berdua galau. Karena

9M Protokol Kesehatan saat Bekerja di Sekolah

Gambar
Gambar siswa jurusan listrik sedang praktik di bengkel listrik Meski pandemi telah berlangsung selama lebih satu setengah tahun, masih banyak orang yang abai dengan prokes. Bahkan, temanku pun kerap lupa untuk menggunakan masker dengan baik saat berada di sekolah. Hingga, petugas gugus Covid yang datang ke sekolah ikut mengingatkannya. Rasanya ikut malu sih, karena guru kan seharusnya jadi contoh bagi sekitarnya. Contoh yang baik. Karena selain sebagai pendidik yang mengajarkan tentang merdeka belajar, aku pikir seorang guru pun harus dapat mengimplementasikan perbuatan baik yang dapat menjaga keselamatan orang di sekitarnya. Tentunya, dengan tanpa diingatkan dan diawasi. Baca juga: Menggali Potensi Peserta Didik dengan Hybrid Learning Selanjutnya, aku mulai belajar untuk mempraktikkan 9M protokol kesehatan saat bekerja di sekolah. Aku ingin konsisten untuk menjaga diriku dan orang lain dari paparan virus mematikan ini.   Kajur otomotif sedang bertugas di bengkel otomotif Menggun

Menggali Potensi Peserta Didik dengan Hybrid Learning

Gambar
Pak Solihin (baju merah), ketua MPLS SMK BLK Bandarlampung 2020/2021 berfoto bersama pemateri dunia usaha secara daring Sejak pandemi berlangsung, guru dan peserta didik dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan pembelajaran daring. Meski terbentur dengan banyak masalah yang menghambat proses pembelajaan, peserta didik dan guru harus berusaha untuk beradaptasi dengan penggunaan teknologi baru. Masalahnya, sebagai siswa SMK yang dituntut memiliki kompetensi keterampilan, siswa harus praktik di bengkel atau laboratorium. Aktivitas yang belum bisa dilakukan di rumah, karena keterbatasan pengawasan dan fasilitas di rumah peserta didik. Hingga sekolah pun mengadakan hybrid learning. Kombinasi pembelajaran luring dan daring yang diadakan sejak tahun lalu. Baca juga: Meraih Pekerjaan Impian Bersama SMK Nah, menjelang Tahun Ajaran Baru yang akan berlangsung tanggal 12 Juli 2021, SMK BLK Bandarlampung akan menerima tantangan baru. Memperkenalkan sekolah pada calon peserta didik lewat kegiatan