Postingan

Menampilkan postingan dengan label article

Yuk, Bahagia! Kamu pun Berharga

Gambar
Sumber gambar: fixabay Karena nebeng bareng teman yang mengajak ke Jakarta, saya merasa marah, kesal, dan minder parah. Perasaan yang muncul karena teman saya itu meninggalkan saya terdampar di Jakarta . Saya menyadari bahwa saya ada in a   low bargaining position. Nebeng. Meskipun si doi yang mengajak, saya memahami kemungkinan peristiwa seperti ini bisa terjadi pada semua orang. Nggak ada gunanya menyimpan dendam. Apalagi saya bertemu dengannya setiap hari di tempat kerja.  Ironisnya, ia sering bilang hidup itu yang penting bahagia. Kamu itu Berharga. Ah, saya jadi tersenyum sendiri mengingatnya. Benarlah kata orang, kata-kata baik itu nggak akan berubah maknanya, dari mana pun ia muncul.  Pengalaman Susahnya Jadi Si Minder Pernah merasakan seolah semua orang memperhatikanmu? Not in a good sense . Sesuatu yang mungkin nggak masuk akal. Namun, begitulah yang terjadi. Perasaan itu seperti apa, ya? Agak sulit mendeskripsikannya. Jumbled gitu. Rasa yang seolah orang lain itu menunggu k

Fun Full Day Outbond SMK BLK Bandar Lampung 2022 di Wira Garden

Gambar
  Pak Riyanto, S.Pd, MM, kepala SMK BLK Bandar Lampung bersama jajaran struktural SMK BLK Bandar Lampung (ketiga dari sebelah kanan, menggunakan kaca mata hitam) Pernah merasakan burn out , hingga rasanya pingin rebahan aja? Mungkin, itu artinya kamu butuh jalan-jalan. Dan, merasakan segarnya alam seperti yang bisa kamu rasakan di Wira Garden adalah salah satu solusinya. Eh, tempat ini yang jadi tujuan rekreasi SMK BLK Bandar Lampung kemarin, lho. Tema yang diusung untuk Fun Full Day Outbond SMK BLK Bandar Lampung tahun ini adalah One Team One Dream. Tema yang menyatu dengan slogan Bersama BLK Kita Bisa. Baca juga: Mengenal Bullying dan Pencegahan Bullying di Lingkungan Sekolah Oya, sebelum kita bicara tentang acara fun Full Day Outbond di salah satu tempat wisata yang keren ini, ada baiknya kita intip ketua pelaksana Outbond tahun 2022 ini ya. Ary Fernando, ST: Ketua Pelaksana Outbond SMK BLK Bandar Lampung 2022 Sebagai guru Teknik mesin yang penuh semangat, pria muda berusia 25 tahun

Yuk, Bersama Menuju Indonesia Sehat dan Bebas Kusta

Gambar
Pernah dengar tentang penyakit kusta? Jujur, aku pun termasuk orang yang awam dengan penyakitt kuno ini.   Termasuk bagaimana pengobatan bagi penyintas kusta dan pelayanan bagi   penderita kusta agar mereka dapat hidup dengan baik di masyarakat. Untuk itulah,  aku merasa mendapatkan insight baru tentang penyakit kusta setelah mengikuti acara yang diadakan oleh Kabar KBR dan NLR Indonesia tanggal 24 November 2021 di channel Youtube KBR. Acara yang diadakan oleh KBR ini dipandu oleh bapak Rizal Wijaya dengan nara sumber bapak Eman Suherman, SSos yang merupakan Ketua TJSL PT DAHANA (Persero) dan ibu dr. Febrina Sugianto, Junior Technical Advisor NLR Indonesia. Acara yang mengusung tema   Bahu Membahu untuk Indonesia Sehat dan Bebas Kusta ini diharapkan mampu membangkitkan awareness masyarakat tentang penyakit kusta.   Apa sih Penyakit Kusta itu? Sebelum memikirkan stigma negatif tentang penyakit ini, Ada baiknya kita mengenal tentang penyakit yang seolah terlupakan ini. Penya

Workshop Telusur Tamatan SMK BLK Bandar Lampung

Gambar
Pak Edi, ketua BKK Provinsi Lampung sedang mempresentasikan tentang Trace Study SMK  "Sekarang ini makin banyak pengangguran, ya?" Seorang ibu berbisik pada seorang teman di sampingnya. Ibu-ibu yang lain mengiyakan. Mereka pun bergosip tentang pilihan sekolah anak-anak mereka yang akan lulus SMP tahun depan. "Anak tetanggaku lulusan SMK punya bengkel motor lho. Langganannya banyak. Ia juga melayani servis panggilan lewat wa. Dan, makin banyak yang kerja sama SI doi. Keren!" Seorang ibu dengan baju batik bercerita sambil menunjukkan foto anak tetangganya dan bengkel motor yang terlihat ramai. Baca juga : Yuk Bersama Stop Bullying Lulusan SMK di Dunia Usaha dan Dunia Kerja Menurut penuturan Pak Edi dalam workshop Telusur Tamatan oleh Bursa Kerja di SMK BLK Bandar Lampung, tuntutan DuDika terhadap lulusan SMK makin kompleks.   Apalagi, perkembangan ekonomi dunia yang makin nggak menentu hingga menciptakan pengangguran baru. Hal yang menjadi tantangan bagi SMK agar dapa

Yuk, Pilih Berbuat Baik Meskipun Sulit

Gambar
Berbuat baik itu sulit. Tidak semudah mengucapkannya. Sehingga, ajakan Yuk, Pilih Berbuat baik meskipun sulit adalah penting. Kenapa? Karena, kita secara alami ingin diperlakukan dengan baik di mana pun kita berada. Nggak peduli siapa pun diri kita, kupikir nggak ada yang ingin diperlakukan dengan buruk. Bahkan, orang yang mengaku pendosa nggak pernah berdoa untuk diperlakukan dengan jahat oleh orang lain. Ya, kan? Hingga, mereka berharap untuk tobat semasa hidupnya. Alasan Seseorang untuk Memilih Berbuat Baik Sekarang, kita selalu mencari alasan atas segala tindakan yang dilakukan. Berpikir secara rasional  bahwa kebodohan saja yang jadi dasar berbuat baik. Karena, itu nggak menguntungkan secara ekonomi. Memilih berbuat baik, hanya membuang energi, waktu, dan pikiran. Bukankah menolong orang lain nggak ada gunanya? Bukankah lebih baik menggunakan fasilitas tersebut untuk diri sendiri?  Namun, kita perlu melihat fakta tertentu tentang berbuat baik dan urgensinya di tengah disrupsi mas

KESERUAN ACARA WEBINAR SAPA PESERTA DIDIK SMK SE-INDONESIA

Gambar
Pernah merasa bingung untuk melanjutkan SMA atau SMK setelah lulus SMP? Mungkin Keseruan Acara Webinar Sapa Peserta Didik SMK se-Indonesia ini akan membuka insight kamu tentang peluang dan tantangan yang terbuka luas bagi lulusan SMK. Menurut Pak Nadiem Makarim, saat ini kita sangat membutuhkan SDM unggul yang memiliki berbagai profil Pancasila. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan Global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Dalam pembukaan acara ini juga, pak Nadiem menambahkan bahwa pemerintah sangat mendukung SMK dalam upaya mencetak lulusan yang memiliki kompetensi di bidangnya. Acara  Webinar Sapa Peserta Didik SMK se-Indonesia Acara yang dimoderatori oleh ibu Ida Ayu Dewi ini diadakan pada tanggal 8 September 2021. Dimulai pukul 09.00 pagi hingga 12.30 siang dan diikuti oleh para siswa  dan guru SMK di seluruh Indonesia. Dalam laporannya, pak Wikan Sakarinto mengatakan rasa bangganya pada para nara sumber inspiratif yang m

Untungnya Menjadi Blogger: Semangat Belajar yang Tak Pupus

Gambar
  Nggak semua orang memilki kesempatan untuk belajar. Aku bersyukur menjadi salah satunya. Aku beruntung dapat belajar bersama orang-orang yang hebat. Orang-orang yang memiliki kemampuan luar biasa untuk terus berusaha belajar di mana saja dan kapan saja. Merekam segalanya dalam bentuk tulisan di blog. Meski baru mengenal dunia ngeblog, aku sudah  merasakan untungnya menjadi blogger. Selain mengenal blogger-blogger keren yang selalu menjadi pematik semangat belajar  yang  tak pupus Aku pun menemukan diriku lebih percaya diri. Berani mengungkapkan perasaanku, meski melalui tulisan. Kesadaran pentingnya mengabadikan tulisan Sebagai seorang introvert, aku memiliki kesulitan dalam mengekspresikan perasaan dan pemikiranku. Rasanya semuanya tenggelam di tenggorokan. Tersimpan rapi di dalam pikiran saja. Nggak tersalurkan.. Meskipun kadang menuliskannya, aku lebih cenderung memendam tulisan itu di kertas. Lalu, menyimpan kertas itu dalam tumpukan buku yang berdebu di rak yang nggak te

Repotnya Mendaftarkan si Kecil Sekolah saat Pandemi

Gambar
  Moment membahagiakan dan mendebarkan bagi orang tua adalah saat menyekolahkan si kecil pertama kali. Apalagi jika si buah hati adalah anak pertama. Duh, kebayang deh riwehnya. Nah, itu yang dialami oleh temanku yang kini tinggal di Riau. Wiwit Widiastuti, seorang blogger yang menetap di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Seperti orang tua muda lain, mbak Wiwit yang aslinya berasal dari Jawa Tengah ini pun ikut merasakan repotnya mendaftarkan si kecil sekolah saat pandemi. Pilihan sekolah konvensional yang sedikit memberi kontribusi bagi proses pembelajaran anak usia dini menjadikan mbak Wiwit harus berpikir keras untuk memilih sekolah yang tepat buat Khanza. Proses Pencarian Sekolah Memilih sekolah yang tepat buat anak adalah pekerjaan yang nggak mudah. Karena mbak Wiwit dan suami sangat menyadari pentingnya pendidikan anak usia dini, mereka diskusi untuk menyekolahkan Khanza di TK A. Saat itu usia Khanza 5 tahun. Sayang, pandemi datang. Mereka berdua galau. Karena

Journey in the Slump of Mumbai India

Gambar
Kalau pernah nonton film Slumdog Millionere, pasti bisa merasakan sensasi keadaan kota Mumbai. Bagaimana seorang remaja dari daerah kumuh Mumbai menjadi kontestan sebuah acara Kaun Banega Crorepati. Film yang dikritik karena dianggap berlebihan dalam menggambarkan kemiskinan di India. Meski film ini menggambarkan keadaan kota Mumbai yang merupakan salah satu kota terkumuh di dunia, stigma yang tercipta nggak memberi gambaran seutuhnya kota Mumbai. Orang-orang tergeletak mati di jalanan, gelandangan dan pengemis di mana-mana, atau banyaknya orang yang buta hurup. Apalagi dengan gambaran membuat buta seorang anak agar ia bisa menghasilkan uang lebih banyak sebagai pengemis. Terkesan agak menakutkan. Menurutku, kupikir kita perlu membaca Shantaram, the Mistress of Spices, Kim atau menonton channel Youtube yang bisa membantu kita melihat kota Mumbai dengan perspektif yang lebih luas. Melakukan journey in the slump of Mumbai India secara langsung meski melalui mata seorang youtuber. M