Postingan

Menampilkan postingan dengan label article

IKIGAI: The Secret to a Long and Happy Life

Gambar
Ikigai. The secret to a long and happy life is Japanese ways of life. Ikigai is known in Okinawa, one of prefecture in Japan where you can find centenarians. People who 100 years old and more. Well, honestly I have just known about ikigai from Teh Ani, one of blogger and ISB community founder. She has explained about  how important to find ikigai within ourselves. Therefore, I read “ IKIGAI The Japanese Secret to a Long and Happy Life ” book written by Hector Garcia and Francese Miralles. And, it gives me fascinating insights about life. What is IKIGAI? This book elaborates the mysteries of ikigai meaning. It is not only about taking from others, but also about giving and sharing. Ikigai might not cease our curiosity of life or how we came to know our identity in society. Then, the writers found how one place in particular, Ogimi, a rural town on the north end of the island with the population of three thousand, boasts the highest expectancy in the world. That’s why it is calle

Ikhlas sebagai Cara Menghargai Diri Sendiri

Gambar
Dalam buku The Secret of Letting Go, Guy Finley menggambarkan tentang beberapa konsep untuk mencapai pemahaman terhadap diri dengan lebih baik. Ikhlas merelakan perasaan yang sulit, seperti: kesepian, takut, gelisah, dan frustasi. Mengubahnya menjadi ketiadaan hingga kita merasa lebih bahagia. Kita menyadari bahwa perasaan-perasaan negatif itu, sebenarnya nggak pernah ada. Rasa ikhlas akan memerdekakan diri kita. Kita pun jadi mengerti cara menghargai diri sendiri. Bagaimana Ikhlas sebagai cara menghargai diri sendiri? Aku pernah merasa melihat seseorang yang hidupnya sepertinya sangat sempurna dan mudah. Kaya, cantik, pintar, berbakat, sehat, dan semua orang terlihat begitu menyayanginya. Ia orang yang sangat beruntung. Namun, saat ada kesulitan sedikit, ia mengeluh. Ia nggak tahu bahwa yang masih ia miliki itu lebih banyak. Seharusnya, ia harus bersyukur. Seperti seorang ibu yang mengeluh tentang anak-anaknya yang mengompol, cerewet, dan makan banyak. Ia nggak tahu, banyak

Kegagalan Dalam Hidup: Langkah Awal Mengenal Kemampuan Diri

Gambar
Kegagalan adalah sebuah peristiwa yang pasti pernah kita alami. Peristiwa yang pasti menimbulkan rasa sakit hati, kecewa, marah, penyesalan, dan rendah diri. Kita juga akan merasa sebagai orang yang gagal. Nggak berguna. Perasaan merusak yang muncul sebagai respon alami karena kita gagal meraih harapan atau mimpi. Padahal kita pikir, kita sudah melakukan yang terbaik. Mengorbankan segalanya. Selanjutnya, dalam keterpurukan itu kita akan merasa dunia ini berhenti. Kita juga akan berpikir Tuhan itu nggak adil. Nggak sayang dengan kita. Terburuknya, akan ada rasa ingin mengakhiri hidup. Padahal, kegagalan dalam hidup itu hal yang biasa. Bukankah kegagalan dalam hidup itu adalah langkah awal mengenal kemampuan diri? Seperti seorang anak yang mengalami kegagalan untuk belajar berjalan. Saat ia terjatuh, ia akan bangkit. Ia akan mencoba dan mencoba lagi. Nggak menyerah. Apa sih Kegagagalan itu? Kegagalan adalah saat seseorang nggak meraih tujuan sesuai yang direncanakan sebelumnya.

Grit Menjadi Seorang Guru Profesional

Gambar
Suaranya lembut. Senyum ramah selalu menghiasi wajahnya. Pak Sujas. Dia adalah guru SD ku. Hingga sekarang  aku masih mengingatnya. Mungkin, karena kebaikan Pak Sujas itu yang jadi titik awal aku ingin menjadi guru.  Aku ingin seperti Pak Sujas. Sejak itu, kupikir, grit menjadi seorang guru professional adalah asa dan harapan terbesarku. Apa sih Grit itu? Pentingkah Grit untuk meraih keinginanku menjadi Guru? Dalam bukunya yang berjudul Grit karya Angela Duckworth, aku terkesan dengan seorang Chia. Wanita yang sukses meraih gelar sarjana di bidang psikologi dengan predikat magna cum laude nilai tertinggi. Ia juga memiliki dua gelar master   di bidang ilmu sejarah dan psikologi sosial, sambil menyelesaikan PhD di bidang organizational behavior dan psychology di Harvard dan PhD di bidang musik. Nah, aku pun penasaran dengan istilah grit ini. Menurut buku ini,   Grit adalah perseverance . Ketahanan seseorang untuk terus konsisten melakukan pekerjaan yang menjadi passion nya. Grit

Pasar Koga Old and Now: Kejayaan Pasar Tradisional yang Tinggal Kenangan

Gambar
  Pasar Koga merupakan salah satu pasar tradisional yang punya nilai sejarah bagi orang-orang di sekitarnya. Sejak pertama kali pasar ini ada di sekitar tahun 1984. Waktu yang cukup lama. Dulu, pasar Koga nggak mempunyai nama. Orang menyebutnya pasar Kagok. Pasar kaget. Ibuku, yang menghabiskan masa kecil di pasar sering ikut berjualan. Rumah nenekku (almarhumah) tepat berada di belakang pasar koga. Sebelumnya sih, pasar kagok ini merupakan mess tentara Korem. Sebelum akhirnya dialih fungsikan menjadi pasar hingga hari ini. Pasar tradisional ini pun sempat ramai sekali. Banyak pedagang yang transit dari kampung dan berjualan di Koga. Sayang, Pasar Koga old dan now sangatlah berbeda. Kejayaan pasar Koga sebagai pasar tradisional sekarang hanya tinggal kenangan. Apalagi sejak krisis ekonomi yang menghantam dunia di tahun 1997. Musibah kebakaran juga menimpa Pasar Koga. Ia pun makin sepi dan ditinggalkan pelanggannya. Sejarah Pasar Koga: Pasar Tradisional Milik Korem 043 Pasar y

Puisi Buatmu: Harapan Baru Dalam Tarian Cinta

Gambar
  Mungkin kita masih ingat dengan kisah cinta Romeo dan Juliet. Kisah tragis yang muncul karena rasa egois dan nggak mau melepaskan kebencian masa lalu. Lalu, membunuh cinta masa depan yang baru tumbuh. Kisah ini pun menginspirasiku untuk membuat Puisi Buatmu: Harapan Baru dalam Tarian Cinta ini. Selain untuk memenuhi tantangan ODOP Komunitas ISB untuk menulis puisi. Puisi tentang harapan di tahun baru ini.   Puisi Buatmu Sebenarnya, kehidupan ini adalah sebuah tarian kehidupan. Sebuah drama dan babak yang skenarionya telah diatur. Tertulis jauh sebelum kita lahir. Ada putaran kebaikan yang akhirnya kembali kepada pelakunya. Begitu pun sebaliknya. Ah, aku hampir lupa menuliskan puisiku ini. Puisi sesaat yang muncul tiba-tiba. Namun meresap dalam hatiku.   Puisi Buatmu Aku bukan Rumi pada Shamsi Atau Sincero pada cinta dirinya Atau seperti matahari pada bumi Hingga aku nggak melihat dunia seperti mereka   Seperti hari ini, berbeda dengan hari kemarin Aku mema

Gardening: Keep My Feet Muddy

Gambar
  Assalamualaikum, gaes. Tabik pun, Keep your feet muddy adalah puisi milik Nanao Sakaki. Puisi yang ada dalam buku Coleman Bark yang membahas tentang puisi Rumi. The Book of Love. Well, aku nggak akan membicarakan tentang bagaimana itu cinta ala Sufi. Apalagi ngomongin tentang sobbet, percakapan mistikal yang berat itu. Aku hanya ingin bicara tentang hobiku. Gardening: Keep my feet muddy. Berkebun yang menyenangkan. Meski begitu,   hobi ini mengingatkan aku dengan puisi Nanao ini. Aku suka dengan puisi ini. Begini bunyinya, Keep Your Feet Muddy When you hear dirty story Wash your ears When you see ugly staff Wash your eyes When you get bad thoughts Wash your mind And Keep your feet muddy (Nanao Sasaki)   Begitulah, kupikir, sebaik apa pun kesenangan itu adalah yang terus mengingatkan kita akan tanah. Bumi ini. Sebagai bentuk rasa cinta kita pada Allah. Gardening: Kebiasaan atau Keterpaksaan? Kalau Aku dalam Dance Dance Dance novel karya Haruki Mura