Postingan

Menampilkan postingan dengan label education

Kenakalan Remaja, Salah Siapa?

Remaja yang identik dengan masa - masa pencarian jati diri adalah fase kehidupan manusia yang penuh dengan keresahan dan ketidakpastian. Masa di saat mereka mencoba belajar mengenal diri, orang lain dan sekitarnya dengan lebih baik. Lalu, mencari sosok idola yang bisa dijadikan tokoh panutan dalam kehidupannya. Pencarian tokoh panutan pada remaja milenia belakangan memiliki kecenderungan pada tokoh yang biasa disebutkan di media sosial yang lekat dengan kehidupan mereka. Sayangnya, hubungan itu pun melebihi hubungan mereka dengan orang tua baik dalam level kuantitas maupun kualiatas. Akibatnya, orang tua terkadang tak tahu perkembangan psikologis anak begitu pun sebaliknya, anak tidak tahu apa yang orang tua pikirkan. Baik anak maupun orang tua terputus komunikasi secara psikologis. Kehilangan sentuhan kasih sayangnya. Bagaimana tidak? Komunikasi langsung sering terjadi lewat gawai dibanding bertemu secara fisik. Kedekatan remaja milenia dengan teknologi ini melahirkan gejola

Mencari Cahaya Illahi : Ulasan Buku karya Imam Al Mawardi "Al Ahkam As Sulthaniyyah"

Gambar
Bismillah Tabik pun, Manusia sejatinya menjalani siklus pencarian yang tak berhenti hingga akhir hayatnya. Ada yang beruntung mendapatkan pencarian yang membahagiakan, dan ada yang kurang beruntung. Terjebak dalam pencarian semu yang batasnya hanya kepuasan yang tak berujung. Sementara pencarian yang hakiki adalah pencarian kebahagiaan Illahi yang sumbu cahayanya adalah Al quran, kitabullah dan sunatullah. Suluh yang tak akan mati selama - lamanya sampai dipertemukan kelak di Yaumil akhir. Sementara manusia sebagiannya berlomba mencari kebahagiaan semu, hanya segelintir orang yang berusaha menjaga kezuhudannya seperti seorang ulama besar pada zamannya, Imam Al Mawardi yang telah melahirkan beberapa buku. Salah satunya adalah Al Ahkam As Sulthaniyyah. Buku klasik aqidah politik yang dapat menjadi bahan petunjuk bagi sang pencari kebenaran. Buku yang meski perlu dirujukkan kembali dengan ulama pada zaman Society 5.0 yang kompleks ini, kiranya masih relevan buat dibaca. Menam