Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Review of You are a Badass Book: How to Stop Doubting Your Greatness and Start Living an Awesome Life

Gambar
A ssalamualaikum, gaes. Tabik pun, Ada sebuah kata bijak milik Rumi yang jadi pembuka buku ini. Kata yang kupikir mempresentasikan isi buku You are a Badass: How to Stop Doubting Your Greatness and Start Living an Awesome Life karya Jen Sincero. However, I’m happily mistaken. Well, buku ini nggak bicara tentang Rumi dan tarian sufinya. Apalagi tentang filosofi kehidupan tentang mabuk cinta dan orientasi ketimuran yang kemudian diikuti oleh Iqbal. Not at all. That’s why aku agak penasaran. Meski aku sedikit terganggu dengan gaya bahasa Sincero yang terlalu blunt untuk aku yang dibesarkan oleh budaya Timur. But, once again let’s cease the stereotype, will ya? Bukankah kita bukan seorang jaksa, juri, dan hakim atas orang lain? So, let’s open up and start living an awesome life. Sinopsis Buku You are a Badass Book: How to Stop Doubting Your Greatness and Start Living an Awesome Life Pernah ada seorang temanku yang selalu senang bercanda tentang kehidupannya. Mentertawakan ten

Belajar Tatap Muka Saat Pandemi: Sebuah Harapan dan Ketakutan

Gambar
Malam sudah larut. Tapi seorang siswa mengirimku pesan lewat wa. Ia menanyakan tentang rencana belajar tahun depan. Tahun depan yang tinggal hitungan jam. Ia bingung apakah sekolah akan mulai tanggal 4 Januari nanti. Namun, bukan siswa saja yang bingung. Aku pun yang sebagai guru bingung. Apalagi dengan kasus Corona yang belum mereda. Kepala sekolah juga nggak berani memutuskan. Mengingat peraturan walikota belum mengijinkan sekolah buka jika nggak ada ijin dari wali murid. Ijin yang juga diberikan orang tua dengan setengah hati. Jujur aja sih, anak-anak sudah kangen berat untuk belajar tatap muka seperti biasa. Namun, belajar tatap muka saat pandemi pasti mengisahkan sebuah harapan dan ketakutan bagi siswa dan orang tua. Rasa yang bikin mereka nggak nyaman untuk belajar di sekolah. Kenapa kubilang nggak nyaman? Ya, gitu. Manusia kan secara nggak sadar lebih punya defence mechanism untuk melindungi diri dari rasa sakit. Secara otomatis, alam bawah sadar menyebabkan kita menghinda

Review of Tigers, Frogs, and Rice Cakes: A Book of Korean Proverb

Gambar
Sejak dahulu, kita selalu hidup bersama dengan peribahasa. Meski tanpa kita sadari. Apalagi sebagai bangsa Timur yang begitu kental dengan budaya, seperti Indonesia dan Korea. Sebut saja dengan “Buah tak jauh dari Pohonnya” . Peribahasa yang berarti bahwa seorang anak itu mengikuti ajaran dari orang tuanya. Tentu saja, masih banyak peribahasa yang lain yang bisa kita pelajari dari orang tua kita atau dari buku. Nah, buku Tigers, Frogs, and Rice Cakes: A Book of Korean Proverb yang bergambar ini bagus sekali dibaca bareng anak. Bukunya tipis dan bergambar warna-warni. Sangat menarik. Sekilas Tentang Proverb Proverb atau peribahasa adalah kelompok kata yang mempunyai susunan yang tetap dan mengandung aturan berprilaku, nasihat, prinsip hidup, perbandingan atau perumpamaan. Peribahasa biasanya menggunakan kiasan untuk menggambarkan sesuatu. Contohnya adalah Seperti daun di atas talas . Orang yang tidak teguh pendirian. Sejarahnya proverb yang dikenal di Inggris, seperti “ A bird

Pesta Tahun Baru: Selebrasi yang Nggak Perlu

Gambar
  Dalam hitungan hari, kita akan menghadapi tahun baru. 1 Januari 2021. Tahun baru menurut Kalender Masehi yang akan dirayakan dengan pesta Tahun Baru yang meriah. Pada pesta Tahun Baru , kita akan menikmati selebrasi kembang api yang menakjubkan. Banyak juga yang merayakan pesta Tahun Baru dengan resolusi pencapaian Tahun Baru. Upaya selebrasi yang dilakukan dengan penuh suka cita. Nah, pesta meriah yang menghabiskan banyak uang dan energy ini pasti bikin kita berpikir. Apalagi kalau bukan tentang sifatnya yang lebih banyak mudorotnya. Hingga, mungkin secara ekstrim akan terbesit pemikiran bahwa, Pesta Tahun Baru: Selebrasi yang Nggak Perlu .   Sekilas Tentang Tahun Baru Seperti yang kita ketahui, kalender Masehi yang dicetuskan oleh Paus Gregorius XIII di tahun 1582, ditemukan oleh oleh ilmuwan muslim asal Persia. Omar Khayyam. Kalender yang dihitung sejak kelahiran Yesus dari Nasaret. Sedangkan, pesta tahun baru, muncul pertama kali di Timur Tengah, 2000 SM. Pesta ini m

3 Alasan Orang Indonesia Mudah Bahagia

Gambar
  Aku menggeleng-gelengkan kepalaku melihat seorang temanku asyik nonton drakor. Padahal saat itu masih suasana rapat. Alasannya, ia pusing mendengarkan bahasan rapat yang menonton. Jadi katanya, daripada stress , lebih baik nonton drakor yang bikin rileks. Pemikiran yang disetujui oleh sebagian besar teman-temanku. Ternyata, saat rapat mereka juga sbuk sendiri. Ada yang chat sama istri, pacar, atau mendengarkan music . Artinya, nggak ada yang mau cape-cape mikirin masalah yang menurut mereka nggak ada habisnya. Selanjutnya, aku pun mengingat-ingat apa yang kulakukan saat aku bosan dalam rapat. Well, aku pun melakukan hal yang sama. Meski nggak nonton drakor, aku sering melamun saat rapat. Wah, rasanya jadi ingin merasa malu. Tapi kutahan aja, kan aku nggak sendiri. Ya, kan? Banyak orang Indonesia yang sepertiku. Maksudku, orang Indonesia itu mudah sekali bahagia. Bukankah apa pun yang terjadi, orang Indonesia selalu bilang “Masih untung”? Hingga, aku mencoba mencatat 3 alasan

PERSEPOLIS COMIC REVIEW: The Story of Childhood

Gambar
  Sebagian besar dari kita pasti pernah mendengar nama Persepolis. Kota yang dulu merupakan ibukota dari Kekaisaran Persia. Persia Lama, Takht-e Jamshid yang terletak 70 km timur laut Shiraz. Kota yang menginspirasi banyak kisah-kisah mendunia, seperti PERSEPOLIS . Comic Persepolis yang ditulis oleh Marjane Satrapi , penulis kelahiran Iran yang kini tinggal di Perancis. Comic yang bercerita tentang keadaan masyarakat Iran pada saat Revolusi Iran di tahun 1979. Comic yang mungkin bisa memberi gambaran tentang Iran secara berbeda lewat sudut pandang penulis. Melalui comic ini kita bisa merasakan pengalaman Marji dan keluarganya tentang cara mereka melihat Iran. Bagaimana keluarga yang conformist ini bertahan hidup di negara mullah? PERSEPOLIS COMIC REVIEW: The Story of Childhood Kisah di comic ini menggambarkan tentang pandangan seorang anak tentang sekitarnya. Bagaimana suatu tragedy dan ironi dalam kehidupan ini bisa terlihat lucu sekaligus menyedihkan. Sebagaimana seora

Historical Romance Review’s Voyager: Never Ending Adventures and Love

Gambar
  Setelah mengarungi lautan perjalanan penuh air mata di tanah Timur Tengah, aku menjejakkan kaki di tanah para petarung. Scotland. Tanah di mana Claire dan Jamie bertemu 200 tahun yang lalu. Novel Voyager yang merupakan sequel ketiga dari saga Outlander sebelumnya ini penuh dengan intrik, pengorbanan, dan petualangan. Tentu saja dengan kisah cinta Claire dan Jamie yang sempat terpisah oleh waktu. Masa kini dan masa lalu. Demi menyelamatkan putri mereka. Kisah ini dulu di mulai saat  Claire, seorang dokter bedah yang  terjebak di masa lalu. Ia hampir terbunuh karena orang-orang di masa lalu mengira Claire seorang penyihir. Untunglah, seorang Highlander menyelamatkannya. Mereka pun jatuh cinta. Sebenarnya, lebih asyik baca bukunya langsung. Namun, akan kutulis  Historical Romance Review’s Voyager: Never Ending Adventures and Love ini agar kamu penasaran.  Penasaran dengan dinginnya perpisahan, ekstasi pertemuan, dan debar petualangan Claire menemani Jamie. Orang yang bisa melakuka

3 Fakta Tentang Perpustakaan Daerah Lampung

Gambar
Ruangan itu penuh dengan rak-rak kayu yang berisi buku-buku. Sebagian besar buku-buku itu terlihat lama dan berdebu. Sebagian lagi cukup baru. Namun suasananya terasa suram. Hening.  Begitulah perasaan yang kurasakan memasuki ruangan Perpustakaan Daerah Bandarlampung ini. Nggak ada perubahan yang berarti sejak Perpustakaan Daerah Lampung ini berdiri sekitar 30 tahun lalu.  Kecuali petugas-petugas perpustakaan yang menua, kayu-kayu yang mulai lapuk dan buku-buku yang kian berdebu. Ini menggelitikku untuk mengungkap 3 fakta tentang Perpustakaan Lampung yang aku sendiri baru tahu. Fakta yang kuketahui kemarin, saat event yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Daerah dengan tema “Melalui Gemar Membaca di Perpustakaan, Kita Ciptakan Masyarakat Sejahtera Menuju Lampung Berjaya”.  Acara yang diadakan tanggal 23 Desember 2020 jam 9 pagi dan dimulai jam 09.45 ini adalah acara bersama Duta Baca Lampung yang pertama kali kuhadiri. Aku bersama dua orang temanku hadir untuk mewakili Komunitas Tapis