Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Euforia Mudik Cinta di Tengah Pandemi

Gambar
  Gambar diambil diambil pada tahun 2018 Pandemi belum berakhir. Akibatnya, banyak perantau yang nggak bisa mudik. Namun, sebagian perantau masih nekat mudik dengan alasan mereka nggak mudik tahun lalu. Padahal, pemerintah telah mengeluarkan peraturan pelarangan mudik dari tanggal 6 – 17 Mei 2021.   Mudik yang dianggap sebagai salah satu cara menyambung silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman adalah tradisi yang sudah lama dilakukan masyarakat Indonesia. Tradisi yang bahkan telah dimulai sejak zaman kerajaan Majapahit dan Mataram Islam. Baca Juga: Kenapa Kita harus cinta bangga dan Paham Rupiah   Euforia mudik, cinta di   tengah pandemi seolah mengatakan pada kita bahwa dengan mudik kita membuktikan rasa sayang pada keluarga. Terlihat bagaimana pemudik berjuang sekuat tenaga untuk mudik, dari menumpang truk sayur hingga pura-pura membawa gallon air minum. Aksi kreatif mudik untuk bertemu keluarga di kampung halaman.   Apa sih mudik itu? Sambil menulis, aku masih me

Kenapa Kita Harus Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah?

Gambar
Lebaran sebentar lagi datang. Perayaan yang kita nantikan sepanjang tahun. Apalagi kalau kita  mendapatkan Rupiah sebagai THR. Bahagia rasanya, hingga hati terasa lapang. Namun, kebahagiaan itu pasti akan berkurang rasanya kalau kita memperoleh Rupiah palsu. Temanku pernah dapat Rupiah palsu saat belanja di pasar. Rasanya  nyesek di dada. Seperti saat mencintai pacar, kita nggak akan keliru dengan pacar palsu. Begitu pun alasan kenapa kita harus cinta, bangga, dan paham Rupiah. Aku yakin, kejadian yang dialami temanku nggak akan terjadi karena ia bisa mengenali Rupiah dengan tepat. Sumber gambar: webinar Bank Indonesia Jambi bersama ISB Kenapa Harus Cinta Rupiah? Tak kenal, maka tak sayang Rupiah. Tak sayang, maka tak cinta Rupiah. Saat sudah cinta Rupiah, maka kita akan merawat dan menjaganya dengan tepat. Setuju, kan?! Lalu, kenapa kita harus cinta Rupiah?  Pertanyaan yang bisa kita  tanyakan pada diri, seperti kenapa kita harus mencintai negeri ini? Dan, jawabannya sederha

Semoga Allah Mengabulkan Harapan Terbesarku

Gambar
  Apa sih passionmu? Kok, hidupmu sepertinya begini-begini aja. Nggak ada kemajuan. Lihat tuh, si anu sudah sukses. Bla bla bla.. Pernah dengar omongan seperti itu? Lalu, apa yang bisa kamu lakukan selain berdoa. Semoga Allah mengabulkan Harapan terbesarku. Semoga Allah mengangkat derajat diriku dan keluargaku. Nah, pahitnya ucapan tetangga atau orang-orang yang katanya teman, tapi julid dengan urusan kita pasti bikin gemes, ya? But, that’s life. Aku nggak bisa mengatur pikiran dan lidah orang lain. Aku hanya bisa mengatur hati, menyusun rencana, dan mengeksekusi rencana tersebut. Masalah hasilnya, itu ada di tangan Allah. Aku hanya manusia yang tugasnya berusaha semaksimal mungkin. Eh, itu menurutku lho. Pendapatmu pun boleh kamu utarakan dan tulis di komentar atau ungkapkan. Sungguh! Allah kan ciptakan kita berbeda, agar kita bisa saling menghargai dan melengkapi. Iya, kan? Okey, aku akan ceritakan padamu tentang harapan terbesarku, sambil terus berdoa. Semoga Allah mengijaba