Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Ceritaku Tentang Nyamuk Malaria

Gambar
Ceritaku Tentang Nyamuk Malaria "Aku lapar, " kata si Nyami. Nyama, memandang istrinya dengan sayang. "Sabar, Mi, " bujuknya dengan lembut. "Kita harus cari tempat yang kotor, gelap dan lembab dulu. Di sana pasti nyaman untuk makan." Nyami merengut. Sayapnya sudah lelah terbang ke sana ke mari. "Kamu enak, Nyam," gerutunya, " Gak perlu cari mangsa. Di kebun samping rumah kamu sudah bisa makan. Banyak bunga di sana." "Tenang, Mi.." Nyama menunjuk sebuah rumah di depan mereka. Gelap dan kotor nampaknya. Pasti, Nyami bisa makan di sana. Nyama tersenyum. Melihat senyum Nyama, aku terbangun. Mimpi buruk. Peluhku bercucuran. Mengingat obrolan pasangan suami istri nyamuk yang dalam mimpiku bertubuh besar. Padahal, dengan tubuh kecil lengkap dengan sayapnya itu saja aku sudah takut. Gimana dengan ukuran yang lebih besar. Aku bergidik. Aku teringat dengan ucapan guruku bahwa siklus nyamuk hanya 12 hari. Wuih, bulu kudukku

Sekilas Tentang Acara Bebas Malaria Prestasi Bangsa

Gambar
Sekilas Tentang Acara Bebas Malaria Prestasi Bangsa Semua orang pasti suka melakukan aktifitas dengan bebas. Aktifitas yang bisa dilakukan baik di dalam maupun di luar ruangan. Sayangnya, ada bahaya petualang bersayap yang menanti di mana pun kita berada. Nyamuk. Binatang imut yang bisa terbang ke manapun ia suka dengan membawa  parasit Plasmodium.  Parasit ini dapat hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia dan ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles) betina. Malaria dapat menyerang semua orang, dan semua golongan umur, laki –aki dan perempuan, dewasa dan remaja, termasuk bayi dan anak- anak.   Mengingat bahayanya efek nyamuk malaria, akan kuceritakan padamu tentang acara yang kuikuti mengenai # Bebas Malaria Prestasi Bangsa  yang diadakan oleh Dinas Kesehatan RI di Hotel Novotel, 15 April 2019. Acara yang diikuti oleh blogger Lampung ini bertujuan meningkatkan awareness dan komitmen semua komponen bangsa tentang pencegahan dan pengendalian malaria.

Blogger Muslimah

Gambar
Gabung di komunitas yang bisa mengembangkan diriku, pastilah menyenangkan. Jadi, kupikir aku harus gabung di komunitas ini. Menyenangkan rasa nya. So, here I am trying to write a bit. Insha Allah aku bisa mengenalkan Islam lebih baik ke sekitarku. Tentu saja tak lepas dengan identitasku sebagai seorang guru SMK. #coretankecil 03.13 AM 17 April 2019

Balada SMK, Bekerja atau Menganggur Dalam Pilihan Klise

Gambar
Aku ceritakan ini berdasarkan apa yang kurasakan sebagai seorang guru di SMK yang sudah kujalani sejak 2009, dan apa yang kulihat dirasakan murid - muridku. Jadi, ada dua sudut pandang yang mungkin akan mewakili. Mungkin belum. Paling tidak, aku lihat ini dari sisi yang kupahami. Baiklah, akan kumulai sekarang. Dan, kuberi judul tulisanku ini; ' Balada SMK, Bekerja atau Menganggur Dalam Pilihan Klise' Bekerja pun Sebuah Pilihan Bagi lulusan SMK, mendapatkan pekerjaan merupakan keharusan. Tentu saja, sesuai dengan misi dan tujuan awal siswa masuk SMK. Sayangnya, sebagaimana lulusan lain yang bingung dengan peluang pekerjaan yang diminati, pas dengan jurusan lulusan SMK. Lulusan SMK pun bingung dengan lapangan pekerjaan yang ada. Mereka menganggapnya tidak sesuai dengan jurusannya. "Ms, aku kan jurusan listrik, kok disuruh jaga toko," kata salah satu anak. Atau ada yang bilang, "Ms, kalo cuma jadi cleaning service, sih ya nggak usah sekolah." Saat

Kebersamaan di SMK Poetry

Matahari pagi harapan menyambutku Bersama langkah awal baruku saat itu Aku ingat senyum biru ibuku mengantarku hari itu Derap sepatuku pun jadi warna yang mengharu di SMK ku SMK BLK ku Aku ingat sampai hari ini pun Setelah tiga tahun ku menimba ilmu Bertukar warna cerita bersama teman - temanku Ya, kamu temanku Bersama tiga tahun ini kita mengukir kata - kata Demi mimpi - mimpi Harapan masa depan Bersama guru - guru yang mengukir batu keras Menahan panas dan hujan Demi membimbing kita semua Bersama meraih harapan masa depan Terima kasih teman - temanku Terima kasih guru - guruku Doakan langkahku Menerangi sekitarku Bandar Lampung, 9 April 2019

Persahabatan, Bukan Obat Luka, Hanya Penawar Rasa

Gambar
Pernah kukatakan pada diriku sendiri, bahwa hidup itu tak bisa sendiri. Harus berteman. Memiliki pasangan. Seperti semua mahluk di atas bumi. Lalu, kenapa aku masih sendiri? Masih belum punya pasangan. Ah, jawabnya masih ada dalam doaku. Aku yakin, semua mahluk ada pasangannya. Termasuk aku. Bicara tentang pasangan, kupikir tak lepas dengan kata teman atau sahabat. Ya, teman. Seperti koin. Teman dan sahabat ada di salah satu sisinya. Kenapa kubilang begitu? Mungkin karena kupikir teman selalu ada saat senang dan sahabat selalu ada saat susah. Mungkin begitu. Ini menurutku, lho. Meski kuyakin semua orang punya pendapat beda. Tak mengapa. Beda itu bagus. Mengingatkanku kalau kamu ada. Okey, kalo aku mikirin tentang teman, maka akan bertumpuklah nama dan wajah di benak dan pikirku. Aku saat ingat pada nama - nama itu, saat senyumku lebar dengan piring penuh makanan yang siap kubagi. Aku tertawa bersama dan bahagia pernah mengenal mereka. Hidup ini terasa berwarna jika aku duduk b

Bara Media Sosial Meretas Asa di Ajang Pemilu 2019

Gambar
Bara Media Sosial Meretas Asa di Ajang Pemilu 2019 Kalau mau jujur, aku sih nggak begitu tertarik dengan dunia politik.   Tak berniat untuk berpartisipasi di ajang Pemilu ini. Toh, mau siapa pun yang memimpin negara ini, hidupku ya begini. Tak berubah. Bara pun sudah mati. Seperti semangat para wakil rakyat yang hilang saat terpilih. Yah, begitu kupikir. Tapi, ucapan seorang pembicara di acara Workshop dan Kompetisi Jurnaistik di Eatboss Café (31 Maret 2019) mengubah cara pikirku. Mengubah rasa pesimisku terhadap Pemilu yang katanya dapat merubah Indonesia. Negeri yang kucintai ini. Okey, akan kuceritakan apa yang kupahami di acara yang berlangsung seminggu yang lalu ini. Memang agak telat sih, tapi kupikir ceritanya masih belum basi. Pemilu kan masih beberapa hari lagi. Jadi masih relevan untuk dibaca (ngarep hehe). Dan, supaya kelihatan agak greget, tulisanku ini kuberi judul, ’ Bara Media Sosial Meretas Asa di Ajang Pemilu 2019’ Baiklah, tanpa membuang kata d