Postingan

Menampilkan postingan dengan label fiction

Review Buku: The Sigh Karya Marjane Satrapi

Gambar
Perasaan adalah rasa yang manis. Ibarat gulali yang menggenapi rasa lain yang hadir di hati. Kalau kata Satrapi sih, hidup bagai seutas benang. Dalam satu desah. Baca juga: Persepolis Comic Review Hal manis tentang cinta, pengorbanan, dan perjuangan memperbaiki diri demi orang terkasih yang membuatku tertarik menulis Review Buku: The Sigh Karya Marjane Satrapi. Comic grafik dengan premis sederhana tentang arti percaya. The Sigh yang merupakan komik grafik karya Satrapi yang juga menulis Persepolis ini sederhana namun 'dalam' maknanya. Menyadarkan kita tentang cinta dari sudut pandang Rose dan sang Pangeran. Juga cinta keluarga. Sinopsis Buku The Sigh Karya Marjane Satrapi Kisah cinta ini dimulai saat ayah Rose, saudagar yang mencintai keluarganya bertransaksi dengan Ah the Sigh. Mahluk dari dimensi lain yang mempunyai kekuatan istimewa. Berkat bantuan Ah the Sigh, keinginan sang Saudagar untuk membahagiakan putrinya terpenuhi. Namun, ada harga dalam semua usaha.  Baca juga: Rev

Surga yang Gagal dalam Burmese Days

Gambar
Surga adalah puncak pencapaian yang ingin diraih oleh semua orang. Begitu pun keinginan U Po Kyin, seorang pemuda Burma yang ingin mencapai surganya. Sayang, ia gagal. U Po Kyin tenggelam dalam keserakahan tak bertepi akan harta, kesenangan, kekuasaan, dan pengakuan. Ia melakukan apa yang membuatnya senang dan menghancurkan apa yang menghalanginya. Ia mengira, surga akan menunggunya. Ia nggak tahu, surga yang ia raih itu bagai angin. Justru pergi saat ia menggapai puncak kejayaan kehidupannya. Entah sebagai apa ia nanti akan dilahirkan kembali, mengingat perbuatannya yang seperti tikus. Gambaran kelicikan yang ia lakukan pada semua orang di sekitarnya. Sifat yang nggak punya belas kasih sayang pada sesama. Nggak peduli siapa pun dia. Penasaran dengan U Po Kyin? Siapa dan kenapa U Po Kyin bisa jadi manusia tanpa hati? Yuk, simak cerita singkatku ini. Sinopsis Burmese Days Kisah dimulai di sebuah tempat bernama Kyauktada. Tempat yang cukup maju di Burma dibandingkan dengan Ma

Review of Animal Farm’s George Orwell

Gambar
  Animal Farm, kisah yang pertama kali kudengar dari guruku. Pak Syafiq. Cerita tentang sebuah perternakan milik Mr. Jones. Manor farm. Cerita yang dibintangi oleh Napoleon, karakter binatang babi yang jenius. Ia jadi penerus ide Rebellion melawan perbudakan binatang yang dilakukan manusia. Inspirasi yang Napoleon dan Snowball dapat dari pendahulu mereka. Major. Mungkin, animal farm ini ditulis untuk mengingatkan kita tentang keadaan politik Inggris pada saat itu. Saat perbudakan masih membelit leher orang-orang yang bekerja lebih keras, tapi nggak memperoleh sekedar rasa aman dan makanan yang cukup di perut mereka. Penulis membandingkan karakter manusia dengan karakter binatang yang sifatnya khas. Seperti babi yang jenius dan licik, atau kuda yang pekerja keras dan naïf. Selanjutnya, membaca pidato panjang Old Major, aku pun tertarik menulis Review of Animal Farm’s George Orwell. Kisah mimpi para binatang untuk lepas dari perbudakan. Hidup bebas yang ternyata pun terhempas.

PERSEPOLIS COMIC REVIEW: The Story of Childhood

Gambar
  Sebagian besar dari kita pasti pernah mendengar nama Persepolis. Kota yang dulu merupakan ibukota dari Kekaisaran Persia. Persia Lama, Takht-e Jamshid yang terletak 70 km timur laut Shiraz. Kota yang menginspirasi banyak kisah-kisah mendunia, seperti PERSEPOLIS . Comic Persepolis yang ditulis oleh Marjane Satrapi , penulis kelahiran Iran yang kini tinggal di Perancis. Comic yang bercerita tentang keadaan masyarakat Iran pada saat Revolusi Iran di tahun 1979. Comic yang mungkin bisa memberi gambaran tentang Iran secara berbeda lewat sudut pandang penulis. Melalui comic ini kita bisa merasakan pengalaman Marji dan keluarganya tentang cara mereka melihat Iran. Bagaimana keluarga yang conformist ini bertahan hidup di negara mullah? PERSEPOLIS COMIC REVIEW: The Story of Childhood Kisah di comic ini menggambarkan tentang pandangan seorang anak tentang sekitarnya. Bagaimana suatu tragedy dan ironi dalam kehidupan ini bisa terlihat lucu sekaligus menyedihkan. Sebagaimana seora

Ulasan Cerpen “Cerita Seorang Lelaki Yang Sedang Bermimpi Tentang Dirinya yang Sedang Bermimpi” karya Achmad Ikhtiar

Gambar
Tabik pun, Membaca sebuah cerpen adalah rekreasi yang menyenangkan bagi saya. Termasuk cerpen karya Achmad Ikhtiar “Cerita Seorang Lelaki Yang Sedang Bermimpi Tentang Dirinya yang Sedang Bermimpi” yang dimuat di  http://www.ngodop.com/  . Cerpen yang be r kisah tentang sebuah perjalanan seseorang dalam mimpinya agar terlahir kembali.  sumber gambar  http://www.ngodop.com/ 1.   Unsur Intrinsik A.       Tema Cerita yang bertema mimpi ini, diawali dengan seorang seorang pria dewasa, Aku yang bermimpi memenangkan sebuah lotere. Aku yang sedang bermimpi ini memenangkan uang yang sangat banyak. Sayangnya, aku menghabiskan semua uang yang didapatkan untuk membeli mimpi. Melupakan pesan emaknya. Hingga, Aku pun ingin marah pada Aku yang ada dalam mimpi. Aku yang sedang bermimpi itu membeli mimpi dan melanjutkan mimpinya. Aku yang bermimpi itu menyaksikan dirinya dalam mimpinya mengenal seorang gadis, Narti yang ia telah kenal selama 4 tahun. Aku di dalam mimpi ini mel

Bunga di Musim Kemarau Part 4

Gambar
Dinginnya penyesalan meninggalkan  penderitaan yang menusuk saat malam gelap menyelimuti hati sumber gambar (fixabay,com) Amy mendapati dirinya terbangun di ruang bangsal rumah sakit. Ana yang duduk menemaninya tak berhenti menangis saat ia terbangun lima menit lalu. Sekarang pun Ana masih menangis sambil memeluknya. Sedang Amy merasa hatinya hampa. Kosong. Lidahnya kering. Tubuhnya terasa ringan. "Hara masih di ruang operasi," kata kak Pirman yang berdiri di dekat tempat tidur. "Jangan khawatir, Hara itu sehat dan kuat. Ia pasti bisa bertahan." Pirman berkata lirih. Meyakinkan dirinya. Amy melihat wajah letih kak Pirman. Baju yang ia kenakan masih baju tadi malam. Ada noda darah di bajunya. Amy merasa perutnya mual. Kak Pirman mengikuti arah pandang Amy, melihat ekspresi wajah Amy yang berubah. "Maaf, kakak belum sempat ganti baju." Kak Pirman menunduk. "Nggak apa, Kak." Amy menggeleng. "Amy nggak pa-pa." Tanga

Bunga di Musim Kemarau Part 3

Malam menenggelamkan kehangatan dalam selimut tebal rumah-rumah bertembok tinggi Tangisan dan rintihan yang lapar pun hanya menyentuh dinding-dinding dingin hati yang telah terpenjara benci dan tak peduli. "Yuk, pulang.." Hara berkata lirih. Setelah lebih dari dua jam ia menunggu Amy dan Ana terduduk di depan pusara Yada. "Malam sudah larut. Udara juga sangat dingin. Sepertinya akan turun hujan." Amy mangangguk. Ia berdiri perlahan, dan memegang bahu adiknya. Membantunya berdiri. Tubuh Ana sangat dingin. "Ana, kamu nggak pa-pa, kan?" Ana tersenyum lemah. Belum sempat Ana menjawab pertanyaan Amy, tubuh Ana lunglai. Pingsan. Untunglah, Hara yang berdiri di dekatnya dengan sigap menahan tubuh Ana yang hampir jatuh ke tanah kuburan.  Hara dengan hati-hati mengangkat tubuh Ana. Membawanya ke dalam mushola. Umi Naqi dan umi Heni yang melihat mereka segera mengambil selimut dan memberikan minyak angin pada Amy. "Sepertinya adikmu belum makan