Review Novel In Desert and Wilderness: Petualangan di Benua Afrika

Review-in-desert-and-wilderness-petualangan-di-benua-Afrika

Bosan dengan cerita roman biasa? Nah, novel In Desert and Wilderness karya Henryk Sienkiewicz ini bisa jadi novel yang kamu cari. 

Berkisah tentang petualangan anak-anak di hutan belantara Afrika yang belum tersentuh, menjadikan kisah Stas dan Nell ini menyentuh dan menegangkan. Belum lagi, ancaman para penculik yang membayangi keselamatan Stas dan Nell.

Kepo dengan novel yang pernah difilmkan ini? Yuk, baca review in Desert and Wilderness: Petualangan di Benua Afrika ini!

Review in Desert and Wilderness

Kisah ini berlatar benua Afrika yang eksotis. Misterius. Bahkan, mereka bisa melihat gajah air yang hidup di Afrika. Hingga, hal yang nggak terduga bisa saja terjadi. Seperti persahabatan Stas, Nell , Kali (budak Gebhr), Mea (pelayan Nell), Nasibu (budak Tuan Linde), Saba (anjing), dan King (gajah). Persahabatan yang melewati warna kulit, bentuk tubuh, dan status sosial.

Mereka melalui berbagai kesulitan bersama. Meski berbeda, mereka saling percaya dengan cara masing-masing. 

Baca juga: Review Buku Omar Khayyam

Meski sedikit menyudutkan aliran kepercayaan tertentu dan menyiratkan stereotype terhadap ras berbeda, novel ini tetap dapat memuaskan kita akan rasa ingin tahu tentang Afrika yang indah ini. Benua kaya dengan sumber daya alam yang belum banyak diketahui.  

Petualangan anak-anak ini menjelaskan tentang bagaimana peradaban Eropa pun belum menyentuh benua ini. Kita jadi paham bahwa di dunia ini masih banyak rahasia yang belum terungkap.

Sinopsis in Desert and Wilderness

Terlahir dan besar di Mesir, menjadikan Stas terbiasa dengan kehidupan di gurun. Hingga, ia dikenal sebagai anak gurun pasir.

Karena pekerjaan ayahnya sebagai seorang insinyur kanal, Stas sering diajak menyusuri kanal. Mengenal pekerja-pekerja kanal. Dan, sebagai anak gurun, Stas fasih berbahasa Arab. Ia juga mengenal dialek Zanzibar, Kiswahili, dan berbagai dialek lain yang digunakan di Afrika Tengah. 


Stas pun biasa muncul di mana saja. Mengamati dan memperhatikan sekitarnya dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Berkuda, berburu binatang liar, dan berenang di laut lepas adalah kesenangan Stas. 

Pan Tarkowski, ayah Stas tidak merasa khawatir dengan sikap Stas. Ia yakin aktivitas fisik akan membuat Stas kuat dan sehat. Ia bangga pada sifat Stas yang percaya diri'dan berani. Ia juga sayang pada Nell Rawlinson, gadis kecil berparas cantik yang sering mengikuti Stas.

Lalu, suatu hari Pan Tarkowski dan Rawlison harus mengecek pengerjaan kanal. Meninggalkan Stas dan Nell di Port Said. Para ayah itu, mempercayakan keselamatan Nell pada Stas. Apalagi, kondisi tubuh Nell yang ringkih dan mudah sakit. Dengan penuh percaya diri', Stas berjanji untuk menjaga Nell. 

Sayang, perjalanan Stas dan Nell tidak berjalan mulus. Mereka diculik oleh kelompok gerakan politik yang bersebrangan dengan pemerintah Mesir. Kelompok Mahdi yang ditakuti.

Penculik mereka dibayar oleh Fatma yang masih berkerabat dengan Mahdi. Berulang kali, Stas menanggung cambukan demi membela Nell. Teman kecilnya. Lalu, saat Gebhr, salah satu penculik nggak bisa mencambuki Stas, ia melampiaskan kekesalannya pada Kali. Budak laki-laki kecil yang melayani mereka.

Melihat kekejaman Gebhr, Stas merasa geram. Namun, Stas menahan kemarahannya karena nggak ingin Gebhr tambah kesal. Nell pun kerap menangis melihat tubuh Kali yang penuh luka dan darah. Hingga, hati Kali merasa terhibur merasakan simpati Stas dan Nell yang ia anggap sebagai good Mzimu. Good spirits.

Kemalangan terus menimpa mereka. Dinah, pengasuh Nell pun meninggal. Hingga Stas harus menghibur dan mengobati kesedihan Nell. Stas khawatir dengan tubuh Nell yang makin kurus. Gadis kecil delapan tahun ini terlihat layu. Stas takut dengan kesehatan Nell yang menurun.

Rombongan mereka pun tiba di Omdurman. Ssbisa mungkin, Stas melindungi Nell. Stas nggak ingin Nell menyaksikan hal buruk. Penyakit, kelaparan, dan kematian membayangi tempat itu. Lalu, penolakan Stas untuk berpindah agama membuat Mahdi marah. Untunglah, pencitraan baik dunia  melarangnya membunuh mereka. 

Mereka selamat. Tapi, kekecewaan Gebhr dan Chamis serta suku Badui yang menculik mereka atas upah yang kecil dilampiaskan pada anak-anak itu. Mereka tak lagi diberi makan hingga Stas harus mengemis. 

Selanjutnya, seorang Yunani yang kasihan padanya memberi uang, makanan, dan obat pada Stas.  Namun, Stas merasakan dengan getir bahwa di tengah wabah penyakit dan kelaparan, makanan bisa begitu mahal.

Lalu, peristiwa menakutkan terjadi. Karavan mereka berhadapan dengan seekor singa buas. Di tengah ketakutan dan rasa panik, Chamis dan Gebhr mmberikan pistol pada  Stas. Stas pun berhasil membunuh singa dan para penculiknya. Mereka pun bebas!


Namun, masalah lain muncul. Bagaimana cara mereka bertahan hidup di tengah hutan belantara Afrika ini? Bingung, takut, dan cemas memenuhi hati Stas. Tapi, ia ngga mempunyai jalan lain selain terus melanjutkan perjalanan.

Rombongan pengelana anak-anak itu pun melanjutkan perjalanan. Petualangan paling menakutkan dalam hidup Stas harus ia alami. Saat Nell demam parah dan hampir meninggal, Stas begitu putus asa. Ia menangis terisak-isak seperti seorang anak kecil pada umumnya. 

Kegelisahan Stas bertambah melihat bumbungan asap di angkasa. Kali begitu ketakutan. Teringat akan kehidupannya selama menjadi tawanan sebagai budak. Stas pun membayangkan apa yang akan ia temui di sana. Bayangan tertangkap oleh pemburu budak seperti yang ia saksikan di Omdurman dan seumur hidup menjalani sebagai budak menghantui pikiran Stas. 


Namun, Stas menguatkan hati. Bagaimana pun ia harus tetap menghadapi kenyataan ini. Malam itu juga, setelah menitipkan keselamatan Nell pada Mea dan Kali, Stas berangkat menembus gelapnya malam. Melangkahkan kaki di antara semak-semak yang lebih tinggi dari dirinya.

Stas menggenggam pistol di tangannya dengan erat. Bersiap dengan segala kemungkinan. 

Nah, apa yang akan Stas hadapi? Dapatkah Stas, Nell, Kali, Mea, Saba, dan King mencapai tujuannya? Bertemu dengan keluarga mereka. Penasaran? Yuk, baca bukunya.

Tokoh-tokoh dalam Novel In Desert and Wilderness

Novel berlatar benua Afrika yang pernah difilmkan di tahun 1973 dan 2001 ini diperankan oleh beberapa tokoh anak-anak, orang dewasa dan dua binatang spectacular. Kepo dengan mereka? Yuk, kenali lebih dekat!

1. Stas Tarkowski

Anak lelaki berusia 14 tahun ini adalah anak satu-satunya dari Pan Tarkowski. Ia seorang bocah lelaki pemberani dan bertanggungjawab. Dia disebut sebagai Buana Kubwa. Great Master. Penakluk gajah, singa, dan penembak ulung.


2. Nell Rawlinson

Bocah perempuan yang mengagumi Stas ini berusia 8 tahun. Ia merupakan putri kesayangan Tuan Rawlison. Keturunan Inggris. Ia juga dianggap oleh Kali sebagai good Mzimu. 

3. Kali

Budak milik Gebhr. Ia sempat diselamatkan oleh Stas dari kekejaman Gebhr dan Chamis yang ingin menjadikannya sebagai umpan singa. 

Kali sebenarnya adalah seorang putra tertua raja Wahima. Pewaris raja. Menggunakan bahasa Kiswahili. Tubuhnya kuat dengan pundak kekar.

4. Saba

Anjing milik Nell yang bertubuh besar. Setia dan sayang dengan tuannya. Ia sering menyelamatkan Stas dan Nell dalam petualangan ini.

5. King

Gajah yang diselamatkan oleh Stas dari perangkap jurang. Ia menyelamatkan Nasibu dari serangan gorilla ganas. King begitu sayang dengan Nell. Namun, menganggap Stas sebagai tuannya.

6. Mea

Budak perempuan kecil yang melayani Nell. Pengganti Dinah yang meninggal di Omdurman. Perempuan Dinka yang berparas manis.

7. Little Nasibu

Budak Linde yang ikut rombongan pengelana cilik ini setelah tuannya meninggal. 

8. Pani Tarkowski

Ayah Stas Tarkowski. Duda keturunan Polandia. Seorang insinyur kanal yang bertanggungjawab di Terusan Suez.

9. Mr. Rawlinson

Direktur yang bertanggungjawab terkait kanal. Ayah Nell yang juga duda ini hanya memiliki satu putri. Hingga, ia begitu menyayangi putri kecilnya itu. Sebagai salah satu direktur dari Suez Canal Company, Tuan Rawlinson sering mengawasi kanal di sepanjang terusan Suez.

10. Chamis

Orang Sudan yang dipercaya oleh Pan dan Rawlison untuk mengantar Stas dan Nell ke 
Fayum. Tapi, ia bersama Idris dan Gebhr menculik anak-anak tersebut.

11. Gebhr

Orang Sudan yang juga terlibat penculikan. Sifatnya mudah marah. Ia sering bertengkar dengan dua orang Badui yang ikut bersama mereka.

12. Idris

Kakak Chamis yang jatuh sakit saat mereka tiba di Omdurman. Terpaksa, rombongan itu meninggalkannya di sana.

13. Tuan Linde

Pedagang Zurich yang Stas temukan sakit parah di hutan. Bahkan, seluruh budak yang ikut dengannya pun sakit karena serangan tsetse. Hanya Nasibu kecil yang selamat dari musibah itu.

Gold, Glory, dan Gospel dalam In Desert and Wilderness


Seperti yang kita tahu, benua hitam terkenal dengan binatang buas dan orang-orang pribumi yang masih pagan. Belum mengenal agama. Namun, pesona kekayaan alam yang bagai emas menarik kedatangan bangsa Eropa untuk menjelajahi benua ini.

Di novel ini pun, kita bisa melihat upaya Stas untuk memenuhi misi doktrin agama yang ia pahami. Meski Kali, Mea, dan Nasibu menerima hal tersebut sebagaimana orang Afrika. 

"Orang jahat itu adalah orang yang mencuri sapi Kali. Baik itu adalah saat Kali bisa mencuri sapi orang lain..."

Stas pun mengajarkan Kali menembak. Keahlian yang dikuasai Kali lebih cepat dibanding pembelajaran sebelumnya.

Petualangan bersama Stas dan Nell di benua Afrika

Kisah perjalanan para petualang kecil ini dimulai dari Port Said. Saat mereka pertama kali keluar rumah, menikmati jalan-jalan liburan bersama Dinah dan Saba.

Lalu, mereka mengendarai karavan dan kuda untuk melalui gurun Afrika. Khartum, Fashoda, dan tempat lain yang belum bernama. Seperti pegunungan indah yang mereka namai Linde Mountain. 

Stas, Nell, Kali, Nasibu, Saba, dan King.sempat singgah di tempat indah yang dekat dengan air terjun itu. Terpesona dengan hijaunya pohon pisang dan melimpahnya binatang buruan.

Namun, mereka ingin pulang dan berusaha untuk menyampaikan pesan pada dunia luar lewat puluhan layang-layang yang mereka buat dan terbangkan. Berharap salah satu dari layang-layang itu sampai pada orang Eropa yang banyak melakukan ekapedisi di Afrika. Lalu, mereka akan menyampaikan pesan itu pada ayah mereka.

Berhari-hari setelah bebas dari penculik, mereka mengembara di hutan Afrika. Tidur di pohon, di atas kuda, atau kemah. Menuju ke arah tepi pantai. Menghindari pemburu budak. Sambil terus berdoa dapat pulang pada ayah mereka.

Kelebihan Novel In Desert and Wilderness


Novel yang mengantongi Pulitzer prize dan telah diadopsi ke dalam film di tahun 1973 dan 2001 ini merupakan bacaan buat anak-anak dan remaja yang menarik. Kita bisa seolah merasakan sensasi petualangan di hutan belantara di Afrika. Kita juga bisa mengenal peradaban Afrika.

Karena membaca novel ini, aku jadi mengetahui suku-suku di Afrika. Misalnya, suku Shilluk yang punya tradisi unik. Tinduk telinga yang besar terbuat dari kayu atau tulang menggantung hingga mencapai pundak dikenakan oleh para wanita bersuami. Lengkap dengan kalung besi atau timah yang besar di leher, hingga mereka sulit menggerakkan kepala.

Belum lagi deskripsi keindahan alam Afrika yang secara jelas digambarkan. Hingga, kita pun bisa ikut berkelana dan menikmati liarnya hutan Afrika.

Namun, kupikir membaca novel ini membutuhkan diskusi kritis mengingat isu stereotype, islamaphobia, imperialism, dan rasialiam yang juga tersirat dalam. Kalau dalam reviewnya, beberapa pembaca mengatakan bahwa buku ini nggak direkomendasikan di beberapa negara.

Anyway, apa pun itu, sebuah karya adalah baik jika menjadikan kita berpikir. Bukankah tulisan mempresentasikan ide dan pendapat  penulis yang dipengaruhi oleh lingkungan, keyakinan, dan misi yang Ingin ia sampaikan?

So, bagaimana?  Ingin baca bukunya atau menonton filmnya? Keduanya kupikir sama-sama mengasyikkan. Apalagi, kisah ini pun happy ending. 

Komentar

Postingan Populer