Tapis Lampung: Dari Sejarah hingga Toko yang Menjual

 

tapis-lampung-dari-sejarah-hingga-toko-yang-menjual

Dalam acara-acara adat seperti pernikahan dan pengambilan gelar, orang Lampung terbiasa menggunakan pakaian khas Tapis Lampung. Pakaian yang telah digunakan sejak abad kedua Sebelum Masehi ini terbuat dari kapas dengan sulaman benang perak atau benang emas.

Penggunaan Tapis Lampung pun disesuaikan dengan status sosial seseorang dalam masyarakat Lampung. Meski, kata seorang temanku, sekarang ini orang Lampung lebih modern. Adat pemakaian tapis pun nggak dilaksanakan sekaku dulu. Mungkin itu sebabnya Tapis Lampung makin berkembang dan dikenal di masyarakat sebagai kekayaan budaya Lampung yang tak ternilai harganya.

Sejarah Tapis Lampung

Tapis Lampung merupakan pakaian khas Lampung yang memiliki sejarah panjang. Dalam prasasti Raja Balitung yang berkuasa di abad ke 9 dinyatakan bahwa tapis sudah digunakan sebagai komoditi yang berharga dan istimewa. Perkembangan kain tapis dan kain songket terjadi secara beriringan di masa kerajaan Melayu di abad ke-5.

 Dalam sebuah catatan pengembara Tiongkok I Tsing tertulis bahwa ada sebuah kerajaan di Lampung yang bernama To-Lang Po-Hwang (Tulang Bawang) yang terletak di hulu sungai Tulang Bawang. Tahun 449 Masehi Raja To-Lang Po-Hwang ini mengirimkan utusannya ke Tiongkok dengan membawa berbagai hadiah yang akan diperdagangkan. Salah satunya adalah tenunan benang emas.

Baca juga: Gamolan Kesenian Lampung yang Hampir Dilupakan

 Dulu, menurut peneliti Tapis Lampung, Yoshi Yamazaki, tapis ini memiliki motif kapal yang berkaitan dengan pengiriman jenazah orang mati. Ada juga motif binatang yang berkaitan dengan kepercayaan animism masyarakat pada saat itu.

Selanjutnya, ada tapis inuh yang usianya lebih dari 400 tahun. Fyi, tapis inuh ini disulam menggunakan benang sutra dikenakan oleh raja-raja zaman dahulu. Dengan menggunakan kain tapis inuh kita akan merasakan sensasi pengalaman sejarah yang nggak ada duanya. Kita pun melestarikan peninggalan budaya kuno Lampung yang jadi bagian warisan sejarah Indonesia.



tapis-lampung-dari-sejarah-hingga-toko-yang-menjual
upacara pengambilan gelar


Motif Tapis Lampung

Motif kain tapis yang cantik menjadikan kain ini disukai banyak orang dan dimodifikasi dalam berbagai bentuk fashion, seperti: jilbab, masker, atau dress. Motif tapis yang cukup popular adalah motif lereng-lereng. Warna pada bagian belakang motif segitiga berwarna merah. Motif ini cukup popular dan disukai masyarakat Lampung.

Ada juga motif gunung dan motif bukit yang bentuknya segitiga menyerupai mahkota Siger  yang cukup indah.. 

Sedangkan, motif tapis ayat-ayat suci Alquran biasanya digunakan untuk hiasan rumah atau pajangan. Aku sering melihat motif ini dipajang saat ada acara adat pernikahan. Keren sekali.

Bentuk Tapis  Lampung

Menurut sejarah, pengaruh nilai-nilai masyarakat mempengaruhi perubahan makna dalam proses perkembangan ragam hias ini. Kita bisa mengetahuinya dari unsur-unsur baru yang muncul pada ragam hias yang dipengaruhi oleh kepercayaan Hindu, yaitu penggunaan motif flora dan fauna.

 Motif segetiga tumpal yang sudah dikenal sejak periode prasejarah melambangkan Dewi Sri, dewi padi dan Dewi kemakmuran. Bentuk tumpal adalah bentuk sederhana dari pucuk rebung (anak pohon bamboo muda) yang melambangkan berbagai segi kekuatan yang tumbuh dari dalam. Dan,  bentuk segitiga abstrak yang menyatakan bentuk orang.

Baca juga : Batik Lampung Sebuah Kebanggan Sebagai Warga Lampung

Bentuk meander atau spiral memiliki arti sebagai perlambang pemujaan matahari dan alam. Bentuk ragam hias pohon hayat merupakan kepercayaan universal, sesuai kepercayaan agama Hindu, Budha, Kristen, dan Islam. Pohon hayat ini melambangkan kesatuan dan keesaan kepada Tuhan yang menciptakan dunia ini.

 

tapis-lampung-dari-sejarah-hingga-toko-yang-menjual

Bentuk Tapis Lampung Berdasarkan Pemakainya

Dalam acara adat Begawi, biasanya semua orang mengenakan kain tapis. Baik laki-laki atau perempuan. Menurut adat, seorang tamu biasa sepertiku dilarang untuk mengenakan pakaian tapis yang lebih terang dari pengantin atau keluarga pengantin.

Nah, karena penasaran aku pun mencatat bentuk Tapis Lampung berdasarkan pemakainya, yaitu:

  • Tapis Jung Sarat biasanya dikenakan oleh pengantin, tuho penyimbang, dan muli cangget (gadis penari). Kain yang terbuat dari kapas berlajur horizontal dikenakan saat acara-acara adat, gelar, dan pernikahan pangeran atau sultan. Biasanya berwarna hitam, hijau, dan kuning yang dominan.
  • Tapis Raja Medal digunakan oleh tuho penyimbang dan muli cangget dalam acara adat pemberian gelar atau begawi. Di Abung Lampung Utara jenis tapis ini digunakan oleh pengantin wanita. Motifnya adalah binatang.
  • Tapis Balak dipakai oleh adik perempuan istri anak sultan dari  kelompok istri  yang anaknya sedang mengambil gelar pangeran. Tapis ini juga dikenakan saat acara pernikahan.
  • Tapis Laut Linau digunakan oleh gadis penari dan gadis pengiring pengantin.
  • Tapis Laut Silung memiliki banyak fungsi. Tapis ini digunakan oleh kerabat jauh dari pengantin dan kerabat yang mengiringi pengantin, gadis pengiring pegantin pada upacara turun mandi, pengambilan gelar, dan  penari muli cangget.

tapis-lampung-dari-sejarah-hingga-toko-yang-menjual


  •  Tapis Tuho dipakai oleh seseorang dengan status sosial tinggi seperti istri seseorang yang sedang mengambil gelar adat sebagai sultan.
  •  Tapis Bintang Perak dipakai oleh perempuan yang menghadiri acara adat Lampung. Motifnya adalah bintang dan geometris.
  • Tapis Laut Andak dikenakan oleh pengantin wanita pada adat cangget. Kain ini juga digunakan oleh penari pengiring pernikahan.
  • Tapis Silung dipakai oleh kelompok tua kerabat pada  acara khitanan atau pernikahan. Kain tapis Silung ini juga dikenakan oleh wanita pada saat acara adat.
  •  Tapis Cucuk Andak digunakan oleh istri-istri  keluarga penyimbang (kepala suku) yang bergelar sultan pada saat menghadiri acara pernikahan dan pengambilan gelar. Di Lampung Utara (Kotabumi), tapis ini digunakan untuk pakaian adat wanita dan ibu-ibu pengiring pengantin.
tapis-lampung-dari-sejarah-hingga-toko-yang-menjual


  •  Tapis Cucuk Pinggir digunakan para wanita untuk menghadiri pesta adat dan mengiringi pengantin.
  •  Tapis Agheng/ Areng dikenakan oleh istri para sultan pada saat upacara pengambilan gelar sultan.
  •  Tapis Dewasano digunakan masyarakat Menggala dan Kotabumi saat menghadiri upacara adat.
 Sederhananya sih, kata temanku, makin cerah dan berwarna tapis tersebut menunjukkan status sosial pemakainya yang tinggi atau ia adalah seorang pengantin. Dulu sih, hanya orang tertentu aja yang memiliki tapis. Selain karena harganya yang mahal, tapis juga membutuhkan waktu lama untuk membuatnya.

Tempat yang Membuat Tapis Lampung

Berbeda dengan dulu, sekarang semua orang bisa mengenakan kain tapis bentuk apa pun. Meski kita tetap harus menghormati adat saat mengenakan tapis pada acara-acara adat.

Dan, kalau jalan-jalan ke Lampung, pasti nggak asyik jika nggak membeli oleh-oleh pakaian khas Lampung ini. Kita bisa mendatangi sentra pembuatan tapis yang terletak di Desa Negeri Katon, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran. Tapis Jejama Desa Negeri Katon ini sudah berdiri sejak 1980.

 Selain dikenal sebagai kampung Tapis, Desa Negeri Katon juga memperkenalkan pada kita tentang cara pembuatan tapis yang masih dilakukan secara manual. Tradisi yang masih dilestarikan oleh jeleme tuho (orang tua) di Desa Negeri Katon dengan mengenalkannya pada generasi milenia.

Toko yang Menjual Tapis Lampung

Bagi kamu yang lebih suka belanja online, pilihan toko online yang menawarkan tapis pun beragam. Kita bisa memperoleh kain tapis dengan kisaran harga Rp200.000,00 hingga Rp8.500.000,00 tergantung jenis, bahan, cara membuat, dan kwalitas kain. 

Biasanya yang handmade akan lebih mahal karena tingkat kerumitan dalam pembuatan tapis yang tinggi. 

Nah, kalau ingin membeli Tapis Lampung dengan varian modern, kita juga bisa mendatangi sentra belanja Bambu Kuning di Bandarlampung. Pilihan harga yang menarik pasti akan bikin kamu ingin segera memiliki pakaian kebanggaan masyarakat Lampung ini.

Toko Tapis Ruwa Jurai yang terletak di Bandarlampung

Toko-toko konvensional di Bandarlampung pun cukup banyak. Kita bisa memilih dan menyentuh langsung kain-kain tapis inuh yang dikenal punya nilai sejarah. 

Salah satunya toko tapis Ruwa Jurai yang terletak di Bandarlampung. Toko ini bisa dijadikan rujukan untuk membeli tapis. Selain menjual tapis-tapis  inuh yang usianya lebih dari 400 tahun, toko ini juga merupakan toko tertua yang menjual tapis di Bandarlampung.


Komentar

  1. Tapis ini kalau di Sumatera Utara mungkin semacam Ulos ya? Sama-sama bukan sekadar kain, tapi juga banyak mengandung filosopi tersendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Kak. Nilai filosofis dan sejarah nya yang bikin Tapis Lampung begitu berharga..

      Hapus
  2. Sebagai orang non Lampung, saya pingin punya tapis juga. Tapi kalau dipakainya cuman ketika menghadiri pernikahan, kok sayang ya.. Apakah tidak ada cara untuk memakainya ke acara kasual sehari-hari, misalnya untuk jalan-jalan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang Tapis sudah dikreasikan ke baju, rok, draft dll. Biasanya kain Tapis dijahit sebagai hiasan sesuai desain yg diminati.

      Hapus
  3. Waaahhh baru tau lebih banyak soal Tapis setelah mampir ke mari. Terakhir ke Lampung, pulangnya hanya bawa segambreng camilan pisang. Kalau ada kesempatan, maulah ke sana buat cari baju cantik yang dikombinasikan dengan tapis lampung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siip Kak. Ditunggu ya di Lampung. Sentra kerajinan Tapis Lampung tersebar di Lampung. Eh, mau beli online juga bisa kok��

      Hapus
  4. Tapis lampung ini selalu menjadi incaran. Walaupun harga nya lumayan tapi sebanding dengan kualitas kainnya. Semoga oneday bisa punya kain tapis lampung ini. Aamiin ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..
      Terkait harga kain Tapis emang beragam kk Adhe.. Tapi, kalau minat banget ada kok souvenir yang menggunakan ragam kain Tapis. Harganya terjangkau kantong. Kisaran Rp25.000 an juga ada..

      Hapus
  5. wah ternyata jenis, fungsi dan maknanya kain tapis ini banyak dan beda-beda yaa, ini tuh ada juga yang terbuat dari emas ga sih mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, dari literatur dan hasil nanya dengan orang asli Lampung, kain Tapis biasanya dibuat di atas kain menggunakan benang emas atau benang perak. Ada juga yang disulam di atas kain sutra. Tapi, muahal harganya..

      Hapus
  6. Sumatera indah-indah kalau sudah membahas kain, ada ulos, songket, dan ini tapis khas Lampung. Daku pernah singgah ke Lampung ke tempat paman, cuma belum sempat tengok Tapis. Semoga bisa ke sana lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan mampir lagi, mbak Feni. Selain Tapis, Kuliner nya juga mantul lho.. ada sruit (sambal khas Lampung), pindang patin dll.. dijamin maknyus..

      Hapus
  7. Aku suka banget melihat barang-barang tradisional, menurutku motifnya nik-unik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak Dina.. value sejarahnya juga wajib kita lestarikan..

      Hapus
  8. duh cantik cantik ya?

    pantesan handmade dan harganya bikin melongo

    tapi untuk kolektor harga sebesar itu sih oke aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Kak Maria..kolektor suka koleksi tapis inuh yang legendaris itu. Nah, kalau orang biasa sih kalau ada acara adat , lebih milih menyewa..

      Hapus
  9. Bertahun-tahun tinggal di Lampung, baru ini baca jenis-jenis tapis donggg. hahahaha. Eh tapi emang tapis Lampung itu ya ampunn, cantik-cantik, mewah-mewah. Harganya juga mewah-mewah. Heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya..mbak, mewah banget^^

      Hapus
  10. Kak aku salfok sama nama peneliti Tapis Lampungnya, kok kayak nama orang jepang ya? kalau bener yang meneliti malah orang Jepang rasanya sedih banget. Orang luar saja sepeduli itu dengan kekayaan budaya kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak Ning. Peneliti Jepang ini juga yang prihatin karena seorang penyimbang malah pakai batik Jawa saat acara adat di tahun 1990an. Bukan pakai Tapis Lampung. Karena itu, Yoshi Yamazaki ini juga yang mempromosikan Tapis..

      Hapus
  11. Bentuk Tapis Lampung ini banyak sekali ya mba, jadi sesuai dengan kegunaannya juga ya. Ada yang buat pengantin juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak Lis. Tapis ini punya beragam kegunaan. Terutama untuk acara adat. Sekarang sih udah dimodif di kaos dan kemeja gaul. Ada juga yang dimodif di jilbab dan lain-lain..^^

      Hapus
  12. Aku baru tahu Lampung punya motif khas juga. Bagus dan mewah ya motifnya tapis ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Kak Wish.. Tapis ini kaya motif dan ragam bentuknya juga banyak,^^

      Hapus
  13. Kalau di Sumatera Utara ada juga kain khasnya yaitu Ulos . kalau orang melayu ada juga kain khasnya Songket. Tiap tiap daerah punya dan ada sejarahnya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Kak Julia. Indonesia itu kaya. Tiap daerah pasti punya pakaian khas yang unik^^

      Hapus
  14. Pengetahuanku bertambah nih. Ternyata tapis lampung ini juga jadi kain tradisional lampung ya, bukang songket saja. Kenapa songket yang lebih terkenal yaaa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kain Tapis Lampung adalah kain songket yang berasal dari Lampung, Kak..

      Mungkin, karena kain songket yang lebih dulu dikenal ya, Kak. Terutama kain songket Palembang. Semuanya indah-indah dan punya nilai sejarah yang tinggi^^

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

RPP Bahasa Inggris Kelas XI KD 3.4 Invitation Letter

Resensi Buku: Inteligensi Embun Pagi

Resensi Novel Kembara Rindu: Dwilogi Pembangun Jiwa