Jatuh untuk Bangkit : Salah Satu Buku dari Target Buku Tahun 2026

jatuh-untuk-bangkit-salah-satu-buku-dari-target-buku-tahun-2026


Ngomongin buku, jujur aja, aku udah makin jarang baca buku. Sekarang mulai punya hobi baru. Belajar bahasa Mandarin di Duolingo. Dan, rasanya seru juga. Aku bisa belajar kosa kata baru selain wo ai ni. wkwk.. Ah, jadi ingat buku kamus kecil bahasa Mandarin yang sekarang entah ada di mana.

Oya, di tasku masih ada buku yang kubawa-bawa, tapi belum selesai kubaca. Maklumlah, sibuk dengan urusan lain selain baca buku aka rebahan sambil baca buku yang versi digital. Padahal, beberapa minggu lalu aku sudah berusaha membiasakan diri meminjam buku konvensional di perpustakaan Nuwo Baca yang ada di Jalan Pagar Alam Bandar Lampung. Tapi, ya gitu, burn out- nya sudah level merah. wkwk. Jadi, aku lebih sering scroll buku lewat gawai.

Meski begitu, insya Allah aku akan berusaha membaca buku ini hingga selesai. Kenapa? Karena buku ini mungkin ada hubungannya dengan adikku yang masih berjuang melawan sakitnya. Aku sendiri nggak tahu, apakah pemberi buku ini, teman adik, menyadari tentang sakit adikku ini. Aku hanya tahu bahwa  buku motivasi ini, sebagaimana buku-buku lain, akan bermanfaat saat dibaca, dipahami, dan diambil hikmahnya serta diamalkan jikalau itu baik. Benar kan?

Dan, dari sekitar  161 halaman dari buku karya Feddy Fabachrain ini, aku menyukai kata-kata ini,

"Hanya dengan mengikuti tuntunan agama, kita dapat memahami setidaknya tiga hal penting dalam hidup. Yaitu; apa makna yang sebenarnya dari hidup ini, kenapa diberikan kesempatan hidup dan bagaimana seharusnya menjalankan hidup." 

Banyak hal yang perlu diperjuangkan bagi kita sebagai makhluk mulia yang diciptakan Allah.." (Feddy Fabachrain, hal:137)

Judul Buku : Jatuh untuk Bangkit Seni Menikmati Kegagalan
Penulis       : Feddy Fabachrain
Penerbit      : Ihsan Media
Tebal buku  : 161 halaman
Genre          : Motivasi 

Jatuh untuk Bangkit Salah satu buku dari target buku tahun 2026

Kamu tahu, buku ini terasa istimewa bagiku, karena buku motivasi ini mengingatkanku tentang rasa bersyukur. Aku menyadari bahwa seberat apa pun masalah dalam hidup ini, kita hanya perlu menyederhanakannya. Mengubah persepsi kita, agar nggak merasa terpuruk. 

Seperti yang ditulis pak Feddy di bukunya ini,

"Lihatlah kepada seorang pelaut. Ia dikatakan sebagai pelaut handal bukan hanya mengarungi samudra yang tenang. Melainkan ia yang telah berhasil menghadapi cuaca yang ekstrim  dengan badai ombak yang sangat besar... (hal. 54)

Oh, okey, kata-kata di buku ini, mungkin bukan barang baru bagi kamu dan aku. Dan, seperti yang sering kamu bilang padaku, "easier said than done.." karena orang lain nggak mengalami apa yang aku dan kamu alami. Namun, kamu tahu, saat kamu telah melalui semua masalah ini, kamu pun bisa mengatakan bahwa masalah ini bukanlah masalah berat. Dan, kamu pasti bisa mengatasinya. Percayalah!

So, buku ini mungkin bisa kita baca bersama, meski bukan pada waktu dan tempat yang sama. Yah, apa pun itu, aku percaya bahwa kita akan selalu baik-baik saja..

Death of Salesman karya Arthur Miller: Target baca Buku di tahun 2026

Buku ini pernah aku baca pas kuliah. Aku ingat banget dosenku, pak Isran yang mengajar di kelasku. Orangnya super kalem, hingga kami di kelas sering belajar sambil ngobrol. wkwk.. 

Hingga, aku nggak menyadari bahwa tokoh Willy Loman ini merupakan gambaran masyarakat Amerika yang gagal menggapai mimpinya. Di usianya yang udah kepala 60-an, Willy harus mengalami masalah konflik keluarga dan  kesulitan ekonomi.  

Aku sih, membayangkan setting waktu drama yang ditulis di buku ini kan sekitar tahun 1940, sedangkan great depression sekitar 1929-1933. Pasti kehidupan Willy terasa sulit saat itu.

Nggak heran kalau Willy mengalami masalah mental, karena sulitnya perekonomian Amerika saat itu.

Ah, aku kepo lagi pengin baca buku ini.  Jadi terpikir kenapa orang Amerika semangat banget dengan slogan American dreams-nya.

Persepolis 4 karya Marjane Satrapi

Masih ingat dengan kisah seorang anak perempuan yang lahir di tanahnya kaum mullah ini? 

Eits, tapi jangan salah ya?! Marjane Satrapi ini kemungkinan besar bukan keturunan mullah. Ia dibesarkan dengan budaya barat yang memungkinkan Marjane kecil untuk menganut pendidikan di luar Iran. 

Aku udah baca yang Persepolis 1 dan Persepolis 2. Jadi, aku pengin baca ini juga.

Bagaimana Caraku Mengatasi Reading Slump

Seperti layaknya manusia biasa, aku pun mengalami reading slump. Kondisi di mana aku kehilangan minat dan motivasi membaca. Kalaupun membaca, biasanya aku membutuhkan waktu lebih lama atau bahkan aku nggak bisa menyelesaikan membaca buku tersebut.

Cara yang sedang aku lakukan untuk mengatasi reading slump adalah

  1. Membaca buku atau cerita yang aku suka, seperti: komik, novelit, manga, dan-lain.
  2. Membaca buku atau cerita yang pendek, tipis, atau singkat, hingga nggak perlu waktu lama untuk menyelesaikannya.
  3. Membaca di tempat yang menyenangkan. Mencari suasana atau tempat yang asyik buat membaca, seperti: tempat tidur atau kasur sambil rebahan.
  4. Membaca dengan jeda. Saat bosan atau capek, aku akan berhenti sejenak dan melakukan aktivitas lain. Setelah bosannya mereda, aku akan melanjutkan baca buku lagi. Namun, jika masih merasa capek, aku akan melanjutkan baca buku tersebut. Kadang, aku jeda membaca selama beberapa hari dengan buku lain yang lebih ringan atau menarik menurutku. Aku juga sering hanya membaca artikel pendek dan melanjutkan buku tersebut setelah ditagih bacaan oleh komunitas.
So, kesimpulannya sih, membaca menurutku adalah salah satu caraku mencari hiburan. Selain nggak menambah pengetahuan, membaca juga dapat membuat kita merasa lebih kaya tanpa harus memiliki banyak uang. 

Dengan membaca, aku jadi mengerti bahwa kita harus selalu belajar, belajar, dan belajar. Belajar memahami bahwa kehidupan ini adalah tempat sementara di mana amal perbuatan kita adalah bentuk pengabdian kita pada Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Siswa SMK : Oase yang Hampir Hilang

Belajar Arti Kejujuran dari Seorang Bakul Sayur

3 Tips to Speak English