Halal is For Everyone: Peluang UKM Bersertifikat Halal

halal-is-for-everyone-peluang-ukm-bersertifikasi-halal

Siapa yang suka jajan camilan murah di pinggir jalan? Pasti banyak yang suka, ya? Kalau aku suka jajan di pasar tempel dekat sekolahku. Somay, bakso goreng atau piscok yang harganya kisaran seribu rupiah. Murah meriah dan enak.

Sangking murahnya, temanku nanya padaku, "Halal nggak tuh? Jangan-jangan bahannya dari daging nggak halal. Murah banget, sih. Kamu nggak khawatir?"

Nah, gara-gara itu aku jadi sedikit was-was kalau mau jajan. Pasti nanya dulu bahannya apa. Halal apa nggak. Harapanku sih, penjualnya jujur.

Seandainya aja produk jajanan jalanan ini berlabel halal, pasti aku nggak ragu buat jajan. Perasaan nyaman pas makan makanan halal yang dijamin aman. Sesuai syariah Islam.

Nah, itulah sebabnya produk sertifikasi  halal Indonesia disukai bukan hanya muslim, tapi juga non muslim. Produk halal dianggap menyehatkan dan aman karena telah melewati uji tes yang berjenjang di laboratorium MUI. 

Selanjutnya, peminat produk halal makin meluas. Memberi peluang bagi UKM bersertifikat halal. Bisnis yang menjanjikan. 

Kenapa pilih produk Halal?

Menurut konsepnya, produk halal merupakan produk yang memenuhi standard syariah Islam yang ditentukan oleh MUI. Sedangkan, seorang muslim hanya boleh mengkonsumsi produk yang memenuhi standard syariah Islam. Halal.

Nah, menurut Mas Gunawan, seorang praktisi ekonomi syariah bahwa produk halal itu kasih peluang buat UKM. Usaha rumahan. Apalagi target pasar UKM begitu luas. 

Kita bisa perkirakan bahwa penduduk Indonesia yang berjumlah 270, 2 juta jiwa adalah target potensial produk halal. Jika separuhnya saja mengonsumsi produk halal yang diproduksi oleh UKM, maka UKM akan berkembang dan maju. Peluang menggiurkan buat start-up UKM. 

Halal is for Everyone, Peluang UKM Bersertifikat halal

Nah, beberapa orang mungkin bertanya-tanya apa sih syarat halal itu. Kok, bisa produk halal is for everyone? Kenapa produk halal disukai?

Di masa pandemi ini, bisnis kuliner bersertifikat halal punya peluang besar untuk meraih pasar luas. Mengingat produk halal merupakan produk yang baik buat dikonsumsi. Terjamin produknya sesuai hukum syariat Islam. 

Itulah sebabnya, produk-produk konsumsi bersertifikat halal disukai bukan hanya muslim tapi juga non-muslim. Halal is for everyone. Ini membuka peluang UKM bersertifikat halal di Indonesia untuk berinovasi dan mengembangkan produk halal berkualitas.

Menurut Mas Gunawan, praktisi sharia economy, pengekspor terbesar produk PT. Mayora tbk yang berlabel halal adalah negara Rusia dan Filipina. Negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim. Hal ini terjadi karena rasa yakin bahwa produk halal baik dan aman buat dikonsumsi.

Artinya, peluang pasar produk halal itu masih sangat luas. Nggak terbatas muslim aja. Bahkan non muslim di luar negeri pun menyukai produk halal karena jaminan kwalitas dan kebaikan dari produk. Bukankah makanan baik akan menghadirkan tubuh yang sehat dan hati yang bahagia?


Ekonomi Syariah

Aku beberapa waktu lalu menyaksikan acara IG live "Sharia Economic Talk" yang diadakan oleh Metrotv. Pembicaranya adalah Mas Gunawan, praktisi ekonomi syariah dan moderatornya mas Sefri dari Metrotv.

Acara ini banyak membahas tentang Kawasan Industri Halal. Kawasan tempat berkumpulnya produsen dan enterpreuner khusus. Usaha Kecil Menengah mikro yang akan mendapat fasilitas bantuan infrastruktur dan insentif dari pemerintah.

Dulu, temanku pernah curhat padaku kalau ia pernah jajan bakso enak di kawasan ini. Ternyata, produk yang dijual nggak hanya yang dikonsumsi, tapi juga produk yang digunakan, seperti: baju, celana, dan produk-produk rumah tangga lain. 

Well, aku tertarik tentang ekonomi syariah yang kini mulai diminati kaum milenial. Apalagi ini ada kaitannya dengan produk halal dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjalankan syariat Islam. Kesadaran untuk lebih mendekatkan diri pada Allah dan menjauhkan  diri dari apa-apa yang dibenci Allah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RPP Bahasa Inggris Kelas XI KD 3.4 Invitation Letter

Resensi Buku: Inteligensi Embun Pagi

Resensi Novel Kembara Rindu: Dwilogi Pembangun Jiwa