Cerita Di Balik Nilam Sari Dukung UMKM Lokal Indonesia yang Mulai Mendunia

cerita-di-balik-nilam-sari-dukung-umkm-lokal-indonesia-yang-mulai-mendunia


Aku baru aja jajan bareng temanku di sebuah tempat makan viral di kota Bandar Lampung. Suasana yang nyaman bikin kami betah sambil menikmati camilan yang cukup enak. Apalagi harganya terjangkau hingga aku lihat tempat makan ini penuh dengan pelanggan yang memenuhi semua tempat duduk yang tersedia.

Kata temanku ini, tempat makan ini cukup rame pas weekend. Pelanggan biasanya remaja yang usianya sekitar 15 tahun ke atas. Ya, lingkungan tempat nongkrong kami kali ini emang di dekat sekolah. 

Wajar aja, sepanjang jalan ini, banyak rumah yang alih fungsi jadi tempat bisnis kuliner. Bisnis yang nge-tren, karena semua orang pasti butuh makan. Ya kan?

Seperti Mbak Nilam Sari yang juga membaca peluang bisnis kuliner, kebab Turki baba Rafi di usia 19 tahun. Yup, 19 tahun! Ah, aku di usia itu sih belum kepikiran bisnis hehe. Tapi, seperti yang mbak Nilam bilang, semua orang memiliki cerita hidupnya sendiri. Seperti dirinya yang kini dikenal sebagai womenpreneur dan franchise consultant.

Ah, kamu pasti pengin tahu cerita bagaimana perempuan asal Surabaya yang menikah di usia muda, hingga belum sempat menyelesaikan kuliah di Universitas Airlangga, karena sibuk ngurus usaha dan anak. Tapi, mbak Nilam kini sukses membuka 1300 outlet bisnisnya di tahun 2010. Wow, banget kan?

Dan, aku yakin, kamu pasti bertanya-tanya "kok bisa? Gimana seorang perempuan yang masih sangat muda bisa punya ambisi sebesar itu, hingga ia bisa mulai usaha di saat kebanyakan orang masih seneng main-main? Apakah mudah? Lalu, kenapa memilih untuk dukung UMKM lokal?

Ah, pasti banyak pertanyaan ya? Tapi, aku akan mulai dari awal bisnisnya. Nanti, jika masih penasaran, kamu bisa follow Instagram mbak Nilam @nilamsari_sahadewa dan cek informasi lebih detail.

nilam-sari-dukung-umkm-lokal-indonesia-yang-mulai-mendunia


Awal Perjalanan Bisnis Mbak NIlam Sari

Menurut penuturannya, seperti pengusaha lain yang memulai dari nol, ia pun merasakan sulitnya memulai bisnis. Tapi, dengan modal amplop pernikahan sekitar empat juta rupiah, mbak Nilam muda dan suami pun saling dukung merintis usaha kebab Turki Baba Rafi di kota Surabaya.

Di awal tahun, bisnis yang dimulai dengan 5 gerobak pun berkembang jadi 50 gerobak di tahun kedua. 

Lalu, mulailah tantangan datang. Masalah mulai timbul karena minimnya ilmu dalam pengelolaan bisnis. Dari sistem bisnis yang berantakan yang berakibat pada kerugian finansial. 

Karena itulah, ia mulai banyak mengikuti kursus pendek. "Investasi diri dari leher ke atas," katanya sambil tersenyum. Perlahan ia mulai membenahi sistem dan membuka cabang di Sidoarjo dan kota-kota lain di seluruh Indonesia.

Kebab Baba Rafi Sukses Meledak di Jakarta 

Mbak Nilam pun mulai ekspansi ke Jakarta di tahun 2008. Di kota ini Kebab Baba Rafi sukses membuka 50 outlet dalam sebulan. Hingga tahun itu, perempuan yang kini berusia 43 tahun ini berhasil buka 350 outlet. 

Aku sih bisa membayangkan betapa bangganya mbak Nilam pada pencapaiannya saat itu. Ah, kamu juga kan?

Ya, bayangkan aja, dari seorang anak daerah bisa sukses di Jakarta. Padahal saat itu, ia bukan lulusan universitas dan nggak punya bekal ilmu bisnis pas mulai usaha. 

"Saya pun merasakan apa itu OKB. Hingga ikut-ikutan bisnis kos-kosan dan investasi batubara.." tambahnya. 

Kegagalan Bisnis 

Dan, karena ikut-ikutan itulah, mbak Nilam mulai merasakan pahitnya. Dari mulai kos-kosan yang ia sewakan bermasalah, hingga investasi batubara yang nggak menguntungkan. 

Ia pun mulai mengalami banyak masalah yang datang bertubi-tubi. Perceraian dengan mantan partner usaha yang juga mantan suaminya, kdrt, tuntutan hak cipta Kebab Baba Rafi, dan ibu yang divonis sakit leukemia hingga akhirnya meninggal dunia. Dan,  di usianya yang ke 27 tahun, mbak Nilam sukses mengantongi hutang 14 milyar.

Saat itu, kata ibu tiga anak ini, ia sudah nggak tahu apa yang harus dilakukan, hingga ia pernah melakukan percobaan bunuh diri sangking putus asanya. Gimana nggak, tuturnya, setiap hari ia ditagih kreditur, hingga selalu merasa ketakutan. 

Selama masa-masa sulit itu, ia hanya menjalani semuanya secara auto-pilot. Di tahun 2017 hingga 2019 itu, baginya, merupakan cobaan yang sangat berat. Tapi, ia percaya Tuhan tidak tidur.

Mbak Nilam berusaha bangkit. Dan, berkat dukungan ayah dan partnernya sekarang, ia mulai membenahi semuanya.

Bangkit dari Kegagalan dan Memulai Kembali 

Sebagai perempuan Indonesia, ia sadar dengan akar budaya yang menganggap perempuan hanya sebagai pendukung laki-laki. Inilah kesalahan terbesar awal yang membuat seorang Nilam sulit membranding diri pada saat itu.

Ia ingat saat orang bertanya tentang seorang Nilam, maka ia akan menjawab bahwa Nilam adalah seorang supporting sistem yang baik bagi suami. Jawaban yang kini terasa bodoh, baginya.

Karena itulah, ia mengakui sulitnya membangun personal branding karena saat itu orang belum percaya dengan kemampuannya. 

Hingga, dalam webinar malam itu, mbak Nilam berpesan pada para perempuan yang hadir di ruang zoom. Pesan yang mengena sekali bagi ku. 

Kita nggak hidup dari pencapaian orang lain

Nah, dalam masa sulit itu mbak Nilam berusaha membangun branding diri, melakukan perubahan manajemen perusahaan secara bertahap. Selain bekerja keras untuk menutup hutang, mbak Nilam juga meng-hire tiga manajer di bidang yang tak dikuasai, mengubah kultur dan sistem perusahaan. Hingga, akhirnya, dalam satu setengah tahun, hutang perusahaan kembali ke rasio normal. Ah, aku pun rasanya ikut menghembuskan napas lega mendengar ceritanya. Alhamdulillah.

Nilam Sari Dukung UMKM Lokal Indonesia yang Mulai Mendunia

Pelajaran hidup yang mbak Nilam ambil selama masa-masa sulit itu adalah selalu ada jalan dari setiap masalah. Hadapi aja. 

Aku pikir, kesulitan yang pernah ia hadapi itulah yang menjadikannya memahami sulitnya para umkm dalam memulai bisnis. Hal yang juga pernah ia alami saat mendirikan Kebab Turki Baba Rafi. Hingga, meskipun kini ia telah memiliki perusahaan yang sudah masuk ke lantai bursa saham, seorang Nilam Sari hatinya lebih ke UMKM. Menurutnya, rasa "Happy" gak selalu diukur dari keuangan. 

Sekarang, mbak Nilai telah membina puluhan UMKM di seluruh Indonesia dan menjadi mentor UMKM lewat berbagai kesempatan serta nara sumber seperti hari ini, Kamis, 21 Mei 2026 di tengah-tengah kesibukannya di perusahaan. Dan, aku pikir, aku bisa melihat senyum bahagia mbak Nilam selama zoom berlangsung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Siswa SMK : Oase yang Hampir Hilang

Belajar Arti Kejujuran dari Seorang Bakul Sayur

Perlukah Membayar Utang Budi?